Persindonesia.com Tegal – Kiprahnya terhadap pelestarian budaya di Kabupaten Tegal layak mendapatkan apresiasi, pasalnya aktifitas yang dilakukannya dapat menjadi arsip bagi pemerintah sebagai catatan sejarah sebagai edukasi maupun pelestarian.
Sejatinya, Pemerintah Kabupaten Tegal lebih memperhatikan para penggiat budaya, pasalnya keberadaan mereka menjadikan satu poin khusus agar generasi mendatang tidak lupa akan sejarah.
KLM Cinta Mulia Tenggelam di Perairan Teluk Sampit
Tidak dipungkiri meskipun usianya telah memasuki masa lansia, Dirinya tetap semangat menelusuri menjelajahi desa guna mengumpulkan data sejarah yang tersebar di Kabupaten Tegal.
Slamet Haryanto atau biasa disapa akrab dengan ” Slamet Gelang” dikenal dikalangan pemerintah Kabupaten Tegal sebagai salah seorang yang berkomitmen mengurusi masalah cagar budaya di Kabupaten Tegal.
Polresta Malang Kota Ungkap Kasus Curanmor,Tiga Pelaku Berhasil Diamankan
Mulai makam tua hingga situs bersejarah dipelosok desa yang berada di 18 Kecamatan Kabupaten Tegal, namun meskipun usianya telah memasuki 60 tahun lebih semangat akan mengali sejarah tak pudar
Bahkan dalam kiprah perjalanannya, dirinya termasuk cikal bakal berdirinya Museum Semedo yang tersohor sebagai salah satu Museum Sejarah di wilayah Pantura (Pantai Utara).
Polres Bondowoso Berhasil Menangkap Pengedar Sabu
Bahkan, belum lama ini dirinya melakukan penelusuran sejarah makam tua di wilayah Desa Kalisalak Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal yang didapat dari informasi warga sekitar.
Konon menurut cerita yang berkembang di masyarakat makam tersebut merupakan makam Mbah Zakaria atau Kyai Zakaria pada abad lalu.
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap pelaku kasus Narkotika jenis Coca (tanaman biji Coca)
Namun Dirinya belum bisa mengatakan kebenaran tersebut, pasalnya harus dilakukan penelitian dan penelusuran sejarah agar tidak memunculkan banyak pendapat.
“Harus kita telusuri terlebih dahulu, sebab jangan sampai kita salah menentukan pasalnya ini berkaitan dengan sejarah jadi tidak bisa asal menentukan,” jelasnya.
Akhirnya, 2 Ranperda Resmi Ditetapkan Menjadi Perda
Menurutnya keberadaan Makam Mbah Zakaria yang berdekatan dengan sumber mata air yang tak Pernah kering tersebut menandakan adanya sejarah di Desa Kalisalak, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
“Seharusnya keberadaan ini dirawat dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah desa, sebab mata air yang kerap digunakan warga untuk mandi dan cuci tersebut tidak pernah mengalami kekeringan walau musim kemarau,” jelasnya.
Wagub Cok Ace Buka Turnamen Olahraga KORPRI 2022, Sportivitas dan Pererat Persaudaraan
Slamet Gelang berharap dengan dilakukannya penelusuran sejarah di Desa Kalisalak menjadikan masyarakat Desa tersebut termotivasi untuk merawat dan menumbuhkan kecintaannya terhadap para leluhur yang perlahan mulai terkikis perkembangan jaman. Karmono






