Bangli,PersIndonesia.Com- Serangkian dengan Pujawali (Piodalan) Pura, Rumah Tahanan Negara (Rutan) II Bangli menggelar upacara Rsi Gana yang dipuput (-red pemimpin persembahyangan) oleh Ida Shri Bhagawan Kedatuan Agung Alang Sanja Bebalang Bangli, pada hari Rabu (8/1/2025).
Prosesi upacara diikuti oleh seluruh Pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Hindu. Selain itu prosesi upacara juga mendapat antusias dari Pegawai serta WBP beragama lainnya di Rumah Tahanan Bangli ini.
Baca Juga : Kembali Sat Lantas Polres Bangli Tindak Kendaraan Knalpot Brong dan Tanpa Plat
“Upacara Rsi Gana bertujuan untuk menyelaraskan (harmonisasi) antara Bhuana Agung atau Alam Semesta/Dunia dengan Bhuana Alit atau Manusia/mahluk hidup. Serta sebagai bentuk penyucian alam beserta isinya”, jelas Ida Shri Bhagawan.
Dalam prosesi piodalan yang dirangkai dengan Rsi Gana kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan tarian Rejang Dewa, kemudian melakukan tawur caru hingga akhirnya persiapan persembahyangan.
Sementara itu, Kepala Rutan Bangli, Dedi Nugroho mengatakan upacara piodalan yang ada di Pura ini dilaksanakan setiap 6 Bulan (210 hari) sekali. Piodalan saat ini dirangkai dengan upacara Rsi Gana. Kegiatan ritual ini merupakan bentuk pembinaan keagamaan bagi WBP beragama Hindu serta bentuk pencucian segala yang ada di Rutan ini.
“Filosofi ritual keagamaan seperti ini patut dijaga, sebab alam beserta isinya ada karena diciptakan Hyang Widi (Tuhan Yang Maha Esa)”, ucapnya saat dikonfirmasi awak wartawan PersIndonesia.Com.
Baca Juga : KPK dan Polri Tingkatkan Sinergi untuk Pemberantasan Korupsi
Menurutnya, kegiatan ini secara nyata juga merupakan wujud untuk meningkatkan kebersamaan dan tali silaturahmi antar WBP dan Pegawai serta toleransi umat beragama dilingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangli. Diakuinya rasa khidmat dalam perayaan terasa begitu nyata.

Untuk itu rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung prosesi ini dengan sepenuhnya hingga selesai, sehingga kegiatan berjalan lancar, tertib dan aman.
“Saya pribadi yang non-Hindu merasakan suka cita, sebab prosesi upacara telah berjalan sesuai rencana dan selaras dengan harapan kita bersama”, pungkasnya. (DB)






