Semangat, STT Eka Karsa Yuda Winangun Desa Tohpati Kebut Pembuatan Ogoh-Ogoh Sangkalika Maya

Persindonesia.Com,Klungkung – Dengan semangat kebersamaan dan rasa jengah untuk menunjukan kreativitas serangkian menjelang hari pengerupukan yang erat kaitannya dengan perayaan Hari Raya Nyepi Sekaa Truna Truni (STT) Eka Karsa Yudha Winangun, Banjar Blimbing, Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung mengenjot pembuatan ogoh-ogoh yang nantinya bakal diarak di Catus Pata Desa Tohpati.

Dalam menyemarakan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 tahun 2026 ini, STT Eka Karsa Yudha Winangun menampilkan ogoh-ogoh bertajuk “Sangkalika Maya” yang nantinya bakal diiringi dengan pementasan Drama Tari.

Baca Juga : Saksikan! Hari Raya Kuningan, Sesolahan Calonarang Bakal Guncang Catus Pata Desa Tohpati

“Ogoh-Ogoh bertajuk Sangkalika Maya dibuat untuk mengambarkan bagaimana kita menjaga keharmonisan antara manusia, alam (kala) dan Tuhan sebagai sang pencipta”, ujar perancang pembuatan ogoh-ogoh, Komang Andi, di tengah kesibukannya, Senin (9/3/2026).

Lanjut dikatakan, dalam pembuatan ogoh-ogoh ini dirinya telah semaksimal mungkin melakukan pengerjaan. Menurutnya, selain kondisi cuaca ekstrim yang melanda saat ini, kebanyakan anggota STT sibuk kerja, sehingga untuk pengerjaan ogoh-ogoh sedikit terhambat.

Meskipun demikian, dengan semangat jengah, kita berupaya bisa menuntaskan pengerjaan ogoh-ogoh, sehingga selesai pada waktunya (sebelum pengerupukan).

“Astungkara dengan semangat dan kekompakan STT, kita akan genjot pembuatan ogoh-ogoh ini hingga tuntas”, ucap lelaki yang kerap menjadi perancang sekaligus pembuat ogoh-ogoh ini.

Sementara itu, Ketua STT Eka Karsa Yuda Winangun, I Putu Bagus Darma Putra mengatakan untuk ogoh-ogoh yang dibuat memakai bahan ramah lingkungan, seperti anyaman bambu, usuk serta kertas koran. Sedangkan dana diperoleh dari sumbangan Banjar, PKK dan dari perorangan sebagai bentuk partisipasi.

Mengingat minimnya dana, kami juga mencari sponsor dari salah satu produk selain itu juga juala baju ogoh-ogoh sebagai bentuk kebersamaan, baik kepada krama banjar maupun sesama anggota STT.

“Kalau untuk pengeluaran biaya ogoh-ogoh sudah barang tentu lumayan. Untuk itu, berbagai upaya kami lakukan, termasuk mengajukan proposal ke Pemkab kebetulan ada program dana apresiasi”, bebernya.

Baca Juga : Wujud Kreativitas, ST. Eka Karsa Yudha Winangun Desa Tohpati Gelar Turnamen Ceki

Putu Darma juga menyampaikan di tengah serba keterbatasan, STT Eka Karsa Yuda Winangun tetap ingin melestarikan seni, tradisi dan budaya sebagai warisan yang adiluhung agar tidak punah, salah satunya dengan pembuatan ogoh-ogoh sebagai rangkian Hari Raya Nyepi tiap tahunnya.

Nantinya, sesuai direncanakan sebagi pelengkap pengarakan ogoh-ogoh akan turut ditampilkan drama tari yang diiringi tabuh baleganjur sebagai bentuk kreativitas untuk menghibur masyarakat.

“Dengan dukungan dan semangat anggota STT serta Krama Banjar Blimbing, baik moril maupun materiil pengerjaan ogoh-ogoh ini bisa tuntas pada waktunya”, ungkap remaja yang belum genap setahun menjabat ketua STT ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *