Tepis Penataan Kabel Sembrawut Hanya Simbolis, Pemkab Bangli Pastikan Berlanjut

PERSINDONESIA.COM- Upaya melakukan penataan kesemberawutan kabel yang dinilai memberikan kesan tidak enak dipandang dan membahayakan lingkungan sekitar sempat di kebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli hingga Mei 2025. Namun belakangan kembali mandeg, sehingga sejumlah kalangan menilai hanya sebagai simbolis di tengah sorotan yang mengemuka.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kadis Kominfosan) Bangli, I Nyoman Murditha mengatakan penataan kabel jaringan telekomunikasi dan listrik di Kabupaten Bangli memang sempat terhenti pasca mengalami moratorium penundaan penataan kabel. Namun demikian, pihaknya memastikan penataan kembali berlanjut.

Baca Juga : Lakukan Lompatan Digital, Pemkab Bangli Luncurkan Enam Inovasi Strategis Daerah

“Tim teknis akan menata pada minggu ketiga bulan September. Pelaksanaannya akan berlangsung bertahap dengan Pusat Kota Bangli sebagai proyek awalan,” ujarnya ditemui seusai mengikuti kegiatan launching 6 inovasi di gedung BMB Bangli, Kamis (17/9/2026).

Ia menegaskan bahwa bulan ini kegiatan penataan kabel sudah mulai berjalan hingga akhir tahun nanti. Hanya saja, penataannya belum bisa mencakup keseluruhan wilayah di Kabupaten Bangli. Diakuinya, medan yang sulit jadi kendala untuk bisa segera menuntaskan penataan kabel-kabel tersebut.

Oleh karena itu, target sementara adalah menuntaskan kabel semberawut di Pusat Kota Bangli pada akhir tahun ini.“Dalam arti, kami mengencangkan, mengikat dalam penataan kabel ini,” kata Murdhitha.

Disinggung terkait penataan kabel di wilayah Kecamatan Kintamani, Murditha menyampaikan jika sebelumnya telah merancang kawasan itu masuk penataan kabel tahap kedua pada akhir tahun 2026. “Mengingat Kintamani masuk sebagai kawasan dengan daya tarik wisata di Kabupaten Bangli, penataan kabel akan dimulai dari jalur Anjungan Penelokan hingga Desa Batur,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bangli mulai menata kabel jaringan telekomunikasi di kawasan pusat Kota Bangli. Sesuai rencana kabel yang sebelumnya membentang di udara nantinya akan ditanam di bawah tanah guna menciptakan tata kota yang lebih rapi dan tertata. Saat itu, dijelaskan bahwa proyek tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh APJATEL bersama para anggotanya.

Baca Juga : Lakukan Bertahap, Pemerintah Bangli Mulai Tata Kabel Sembrawut

Penanaman kabel dilakukan menggunakan metode boring atau pengeboran horizontal. Metode tersebut memungkinkan pemasangan kabel dilakukan tanpa merusak permukaan jalan karena menggunakan mesin bor khusus untuk membuat terowongan di bawah tanah.

“Ada sistem boring dengan menggunakan enhole dan manhole. Karena ruang di bahu jalan sangat terbatas, kemungkinan dilakukan pengeboran di bawah jalan,” sebutnya.

Rencana bergeser dengan hadirnya moratorium. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (APJATEL) dan PLN memilih menunda penataan kabel karena melemahnya nilai tukar rupiah yang berdampak pada mahalnya harga peralatan. “Kami masih terus berkoordinasi dengan APJATEL dan PLN apakah siap hingga akhir tahun ini,” pungkas Murdhita.(*)