Tertangkap dan Melawan Polisi, Pelaku Pembunuhan di Taman Pancing di Door

Denpasar,PersIndonesia.Com- Kasus penemuan sesok jasad pria dengan leher tergorok dan diketahui tanpa identitas pada bantaran Sungai Taman Pancing, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada hari Kamis, (7/11/24) lalu akhirnya berhasil terungkap Polisi.

Dalam pengungkapan ini Tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Bali, Sat Reskrim Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Selatan berhasil mengidentifikai jasad pria tersebut sebagai korban pembunuhan.

Baca Juga : Wow! Ratusan Pelanggar Berhasil Ditindak SatLantas Polres Bangli Kurun Sebulan

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol.Wisnu Prabowo menjelaskan penemuan korban sempat viral di status Media Sosial. Tim selanjutnya bergerak cepat untuk melakukan pengungkapan kasus yang menggerkan ini.

Dan dari hasil pengungkapan oleh petugas diketahui jika Komang Agus Asmara merupakan korban pembunuhan oleh pelaku bernama Agus Sugianto (31) asal Banyuwangi Jawa Timur.

Lebih lanjut kata Kapolresta, untuk motif pelaku melakukan pembunuhan korban yang diketahui memiliki keterbelakangan mental ini karena meminta kembali sepeda motor dan HP yang telah dijual oleh pelaku.

Yang mana uang penjualan sepeda motor telah digunakan pelaku untuk deposit judi slot dan HP korban turut digadaikannya seharga 600 ribu.

“Karena berupaya melakukan perlawanan saat diamankan, petugas melakukan penembakan pada betis kaki kanan pelaku”, ungkap Wisnu Prabowo.

Baca : Geger!!!, Yuan Setiawan Beberkan Perselingkuhan Istrinya Dengan Fawait Cabup Jember

Pelaku mengaku telah merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban dengan menyiapkan sarung tangan dan pisau kater untuk menghabisi nyawa korban. Dan setelah kejadian pelaku membuang helm, baju dan kater ke sungai Taman Pancing.

Saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap barang bukti yang digunakan pelaku untuk melukai korban hingga meninggal dunia yang dibuang ke sungai.

“Atas perbuatanya, pelaku dikenakan pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup”, tandasnya. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *