Persindonesia.com Jembrana – Banyaknya perahu besar parkir seperti perahu jaring dan slereg ditepian Dermaga Pengambengan. Akibat cuaca yang kurang menguntungkan pada saat ini.

Curaha hujan yang tak menentu, ombak di tengah laut mengakibatkan perahu-perahu ini mangkrak parkir, demikian dikatakan bang Madek salah satu tukang panggung (nahkoda) kepada pihak media.
Musibah Banjir Yehsatang, Bupati Tamba Gandeng Pengusaha Bali
Hal senada juga disampaikan belantik ikan, Nurhuda, tak bisa berbuat banyak nelayan tak ada yang melaut, sedangkan nelayan-nelayan kecil yang memancing juga tak banyak menghasilkan hasil pancingan dan tangkapan.
“Sulit membeli ikan sehingga pasokan ke konsumen untuk kebutuhan sehari-haripun tak bisa terpenuhi,” paparnya kepada media.
Sejumlah Awak Media Di Bondowoso Berencana Satukan Pemikiran Dalam Asosiasi
Akibat dari cuaca buruk akhir-akhir ini membuat para nelayan tidak bisa melaut, sehingga roda perekonomian Jembrana berjalan pelan-pelan dan berharap banyak dari hasil laut.
‘Sehingga perekonomian semakin bergerak ketika pasar-pasar ramai pembeli dari masyarakat pesisir itu sendiri. Pasar sepi lenggang ketika hasil laut tak menghasilkan komediti ikan,” ujar Nurhada.
Dapur Ambles, Diterjang Hujan Lebat
Salah satu ABK Ali yang beralamat di Dusun Kelapabalian hanya bisa pasrah di musim-musim seperti pada saat ini, mungkin bisa beralih profesi selain melaut.
“Saya biasa menjadi buruh lepas apapun itu demi anak dan istri, menceritakan kepada pihak media,” jelas Ali
Semoga dalam minggu-minggu kedepan cuaca bisa membaik, sehingga kami bisa beraktivitas seperti sediakala dan berharap hasil yang melimpah, tutupnya. (Ed27)






