Persindonesia.com Banyuwangi – Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap korban dan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan hingga malam hari guna menindaklanjuti hasil identifikasi bawah permukaan laut yang dilakukan Dinas Navigasi bersama tim dari KRI Fanildo.
“Secara paralel, kami telah menyiapkan tim penyelam dan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan,” ujar Eko, Sabtu (5/7) malam.
Menurut Eko, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban yang kini akan diserahkan kepada tim forensik Polri untuk ditindaklanjuti. “Temuan ini diharapkan bisa membantu proses identifikasi dan penelusuran korban yang masih hilang,” terangnya.
Bawaslu Bangli Apresiasi Kinerja Polres dalam Sukseskan Pemilu 2024 Tanpa Gesekan
Pada pukul 19.00 WIB, tim ahli dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (PUSHIDROSAL) tiba di lokasi dan langsung memulai tugas pemetaan dasar laut. Satu jam kemudian, KRI Fanildo dijadwalkan tiba untuk melakukan pemindaian menggunakan alat side scan sonar dan magnetometer.
Eko menjelaskan bahwa Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi adanya objek di bawah permukaan laut yang diduga sebagai bangkai kapal. Namun, posisi objek tersebut berada di utara, sedangkan mayoritas korban ditemukan di arah selatan.
“Perbedaan arah ini perlu kami evaluasi lebih lanjut. Tim SAR yang diperkuat dengan armada KRI TNI AL diharapkan dapat memverifikasi kebenaran data ini,” jelasnya.
Gibran Pantau Inflasi Daerah Lewat Kunjungan ke Pasar Tradisional di Tabanan
Sementara itu, beredar informasi yang didapat awak media mengenai evakuasi jenazah oleh KRI Tongkol. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Dermaga Pusri, Banyuwangi, sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu siang (6/7). Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai lokasi penemuan jenazah tersebut.
Data terbaru hingga berita ini diturunkan menyebutkan, sebanyak 36 orang telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Rinciannya, 30 orang selamat dan 6 orang dinyatakan meninggal dunia. Masih terdapat 29 orang yang belum ditemukan. Bw






