Bangli,PersIndonesia.Com- DPRD Kabupaten Bangli menggelar sidang Paripurna dengan agenda Penyampian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadao penyampian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran (APBD TA 2025), pada hari Senin, (14/10/24).
Sidang yang digelar bersama Pemda Bangli dipimpin langsung, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika didampingi Wakil Ketua, I Nyoman Budiada dan I Komang Carles dengan dihadiri oleh Pjs Bupati Bangli, I Made Rentin, Anggota DPRD Bangli, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemda Bangli serta undangan terkait lainnya.
Baca Juga : DPRD Bangli Terima Penyampian Ranperda Tentang APBD Tahun 2025
Pemandangan umum diawali dari penyampian Fraksi Golkar yang disampaikan Ida Bagus Made Santosa menyebutkan rancangan Pendapatan Daerah Kabupaten Bangli sebesar 1,2 Triliyun yang salah satunya bersumber dari PAD sebesar 307 Milyar, sebenarnya masih bisa dioptimalkan.
“Salah satu pengomtimalan bisa dilakukan melalui sektor Pajak Hotel dan Restaurant (PHR) melalui perluasan basis pajak serta evaluasi dalam metode dan sistem pemungutan”, ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan seperti kita ketahui bersama pasca Covid-19 kunjungan pariwisata ke Bali, khususnya di regional Kintaman mengalami perkembangan yang sangat pesat, diantaranya dengan bertumbuhnya banyak hotel, glamping, villa, restaurant, coffee shop. Dengan bertambahnya kunjungan wisatawan berarti jumlah wajib PHR juga bertambah.
“Untuk itu perlu metode dan sistem pemungutan dengan lebih banyak memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital (Online)”, kata Ida Bagus Santosa.
Pihaknya berharap dalam peningkatan PHR Pemda perlu mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi dalam penggalian potensi dan metode pemungutannya. Upaya peningkatan perolehan PHR jangan hanya berkutat pada perluasan basis di kisaran warung-warung dan rumah makan seputaran Kota Bangli. Dimana kita ketahui bersama anggaran makan per orang untuk warung-warung makan di Kota Bangli hanya dikisaran 10 ribu sampai 15 ribu rupiah.
“Warung-warung makan ini tentu tidak layak diklasifikasikan sebagai sebuah restauran, karena para pelanggannya merupakan pekerja lokal kelas menengah ke bawah”, ungkapnya.
Sementara, dalam pemandangan umum fraksi Restorasi Raya, I Ketut Guna menyampaikan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini TAPD dan masing-masing OPD agar dapat lebih serius dan berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi-aspirasi yang ada di dalam masyarakat. Disini Pemda diharap dapat memenuhi dan mendukung anggaran berupa aspirasi dan pokok-pokok pikiran DPRD, sebagai bentuk tanggung jawab lembaga yang berada di tengah-tengah masyarakat.
“Seperti pembicaraan pada tahun anggaran lalu, agar Pemda melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber pembayaran pembangunan daerah”, ucapnya.
Disisi lain, Fraksi PDIP melalui Nengah Dwi Madya Yani mengapresiasi kinerja Pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Daerah, khususnya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Dimana selama kurun waktu 3 tahun terakhir, PAD Kabupaten Bangli mengalami peningkatan yang pesat, dari Rp 119 miliar lebih pada 2021 menjadi Rp 307 miliar lebih dalam RAPBD 2025.
Hal ini tidak hanya mencerminkan peningkatan efisiensi dan inovasi dalam pengelolaan pendapatan, tetapi juga memperlihatkan keberhasilan Pemerintah dalam memaksimalkan potensi ekonomi lokal.
Baca Juga : Massa Bangli Membludak Sambut Koster-Giri, Tembus 5 Ribu Orang
Namun kinerja positif pada sektor PAD ini sejatinya masih bisa ditingkatkan lagi. Kedepan perlu adanya sinergisitas yang lebih intensif antara pihak eksekutif dan legeslatif
“Sehingga potensi-potensi PAD dapat dioptimalkan dalam rangka untuk percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bangli”, terangnya.
Pihaknya juga akan mendukung kemudahan berinvestasi serta mendorong pertumbuhan industri dan usaha yang berdaya saing, agar percepatan peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyakatan dapat segera diwujudkan.
“Sehingga dengan kinerja positif ini diharapkan Pemda Bangli bisa meraih kembali penghargaan peringkat pertama tahun 2021 sebagai Pemda dengan realisasi peningkatan PAD dari Kemendagri”, pungkasnya. (IGS)






