Persindonesia.com Negara – AG Parmono sosok sederhana dan mengayomi inilah yang tepat disematkan bagi penggiat sastra dan literasi bahasa. Puluhan tahun bergelut di dunia sastra merupakan inspirasi tersendiri baginya dan dunia yang cukup unik.
AG Pramono menyampaikan, banyak lahir karya puisi dan coretan lukisan tersimpan rapi di bilik sastranya. Ayah 2 anak ini justru lebih cenderung memberi ruang kebebasan pada anak dan keluarganya. “Tak mendiktaktor dan mendikte anak itulah yang selalu digaungkan. Kebebasan ruang adalah priogatif bagi mereka untuk berkembang,” jelasnya.
Serda Sunaryo Ingatkan Warga, Patuhi Protokol Kesehatan
Berapa kali tampil sebagai juara lomba puisi dan karya tulis, bahkan lukisannya yang bernuansa abstrak. Idenya yang terkadang gila bagi para awam seni tentu investasi tersebunyi.
Kata taksu selalu terucap ketika seorang menggeluti dunia puisi dan sastra. “Tak sembarangan bisa berpuisi dan tak sembarangan bisa mengeksplorasi karya-karya seni,” imbuhnya.
Serda Vidi S Imbau Warga Tetap Gunakan Masker
Banyak lahir kalangan penggiat puisi dengan ketekunan yang beliau jalankan. Dari sekolah-sekolah bahkan ada seorang anak sejak kecil hingga kini menjadikan beliau soko guru.
Kutipan karya cerpennya bahkan pernah diviralkan oleh para media ternama seperti Jawa Pos. Selain ikut dikancah yang gagas bersama nanoq da Kansas di kandang BET (Bali Eksperimen Teater). Kandang rompyok kopi kandang teater yang cukup disegani para sastrawan di Bali.
Serbuan Vaksin 4 Hari Sekali Koramil 04 Ciledug Capai Target
Tangan dingin AG Pramono tak pernah berteriak mengeluh walau kondisi apapun badai sastra tetaplah lahir tanpa harus di kejar dan tak perlu mengejar. Bilik ruang sastra itu luas bahkan bisa masuk di segala ruang dan tak pernah lekang oleh jaman. (Sb/ed27)






