Persindonesia.Com,Bangli – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan sampah melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan nilai kearifan lokal (palemahan). Hal tersebut terungkap dalam acara Sosialisasi dan Diseminasi Program Prioritas Pemerintah yang berlangsung di gedung Bukti Mukti Bakti (BMB) Kantor Bupati Bangli, Kamis (19/2).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk para siswa sebagai generasi penerus dan influencer dalam penyebarluasan informasi lingkungan.
Baca Juga : Sempat Beraksi di Payangan, Pelarian Pelaku Pencurian Emas Berakhir di Kintamani
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Ni Putu Ayu Puryani yang sekaligus sebagai Narasumber dalam acara tersebut, Siswa-siswi dari SMP Negeri 1 dan 3 Bangli beserta tamu undangan lainnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kadis Kominfosan) Kabupaten Bangli I Nyoman Murditha mengatakan peran komunikasi dan informatika sangat krusial dalam keberhasilan program lingkungan. Pemerintah mendorong penguatan diseminasi informasi melalui kanal digital dan media sosial agar edukasi berjalan berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi publik dalam pelaporan berbasis digital.
Sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 47 Tahun 2019, masyarakat diwajibkan melakukan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan memilah sampah langsung dari rumah tangga (organik, non-organik, dan residu).
“Pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan teknologi informasi, serta perubahan perilaku masyarakat. Mengelola sampah bukan hanya soal menjalankan peraturan, tetapi merupakan implementasi modern dari nilai Palemahan—bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam,” ujarnya.
Lanjut disampaikan Murditha, sebagai langkah nyata, Pemkab Bangli fokus pada beberapa poin strategis, diantaranya; Mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di tingkat desa. Melakukan upaya khusus untuk mencegah polusi sampah masuk ke badan air sebagai hulu sumber air di Bali.
Baca Juga : Talang Air di Desa Jehem Akhirnya Dibongkar Pakai Alat Berat
Kemudian, Mendorong kolaborasi Desa Adat melalui Awig-awig (aturan adat) untuk mendisiplinkan warga dalam memilah sampah serta Mengapresiasi dedikasi sekolah seperti SMP Negeri 1 Bangli dan SMP Negeri 3 Bangli yang telah menjalankan program “Sekolah Hijau” dan aktif melakukan pemilahan sampah.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah hingga siswa sekolah, dapat menjadikan pemilahan sampah sebagai gaya hidup baru demi menjaga kelestarian alam Bali untuk generasi mendatang”, tegasnya. (*)






