Wabup Bagus Alit Sucipta Pimpin Rakor Forkopimda, Perkuat Sinergi Jelang Nyepi dan Idul Fitri

Rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung

Badung Persindonesia.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, memimpin rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat toleransi antarumat beragama menjelang perayaan Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang waktunya berdekatan.

Rapat yang berlangsung di Ruang Nayaka Gosana I, Selasa (24/02/2026), dihadiri unsur Forkopimda Badung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kementerian Agama, Majelis Desa Adat, majelis-majelis agama se-Kabupaten Badung, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebagai leading sector. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan seruan bersama sebagai komitmen menjaga keamanan dan keharmonisan selama rangkaian hari raya berlangsung.

Dalam arahannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh tahapan perayaan berjalan tertib, aman, dan lancar. Ia meminta seluruh pihak, baik aparat keamanan, pemerintah daerah, maupun tokoh agama untuk meningkatkan komunikasi serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban. “Perayaan Nyepi memiliki tahapan mulai dari melasti, pengerupukan, pelaksanaan Catur Brata Penyepian, hingga ngembak geni. Sementara Idul Fitri juga diawali dengan shalat tarawih, malam takbiran, shalat Id, serta arus mudik dan arus balik. Semua ini memerlukan skema pengamanan yang matang agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar seruan bersama yang telah disepakati dapat disosialisasikan secara luas kepada seluruh umat beragama. Peran majelis-majelis agama dinilai strategis dalam menyampaikan pesan toleransi serta memastikan poin-poin kesepakatan dipatuhi bersama.

Menurutnya, Kabupaten Badung selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kerukunan dan toleransi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni yang telah terbangun. “Badung adalah rumah bersama. Mari kita rawat kebersamaan ini dengan saling menghormati, menjaga ketertiban, dan memperkuat persaudaraan,” pungkasnya.  @*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *