Persindonesia.com Tegal – Program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tegal kembali menunjukkan hasil nyata.
Memanfaatkan limbah potongan kayu jati yang didapat dari sekitar kawasan Kota Tegal, para warga binaan sukses menyulapnya menjadi kerajinan tatakan gelas bernilai jual tinggi.
Produk kreatif ini tidak hanya dipasarkan melalui pameran lokal dan galeri binaan, tetapi kini telah berhasil menembus pasar industri.
Salah satu pencapaian besarnya adalah kerja sama rutin dengan PT Naruna Salatiga yang memesan hingga ribuan unit tatakan gelas setiap bulannya.
Bupati Kembang Buka Turnamen Futsal SD se-Jembrana, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Sejak Dini
Kepala Lapas Kelas IIB Tegal, Dewanto, A.Md.IP., S.Sos., mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa keterbatasan ruang gerak bukan penghalang untuk tetap produktif dan berkarya.
Sudah hampir dua tahun Lapas Tegal berhasil mengirimkan ribuan tatakan gelas dengan harga jual Rp 6.000 per biji. Setiap dua minggu, para WBP mampu memproduksi sekitar 300 biji tatakan gelas,” ujar Dewanto saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang produksi, Selasa (9/6/2026).
Untuk mengoptimalkan program pembinaan kemandirian ini, pihak Lapas Tegal telah melengkapi bengkel kerja dengan berbagai peralatan pertukangan modern. Mulai dari mesin bubut kayu, mesin potong sirkel (circular saw), hingga kompresor untuk pengecatan (finishing ).
Perhiasan Emas Warga Selati Senilai Rp 60 Juta Raib, Pelaku Dalam Kejaran Polisi
Berkat dukungan fasilitas tersebut, variasi produk yang dihasilkan oleh tangan terampil para WBP kini semakin beragam, di antaranya, Peralatan Rumah Tangga,Talenan memasak, tempat Al-Qur’an, dan tatakan gelas. Dekorasi & Aksesori Jam dinding, vas bunga, hingga miniatur kapal. Produk Unik Catur berukuran jumbo. Bekal Keterampilan untuk Kembali ke Masyarakat
Lebih lanjut, Dewanto menjelaskan bahwa pelatihan mebel dan pembuatan aksesori ini memegang peranan yang sangat penting di dalam Lapas. Selain berfungsi sebagai sarana rekreasi positif untuk mengurangi tingkat stres warga binaan, program ini menjadi modal berharga bagi mereka setelah bebas nanti.
Lapas Tegal berkomitmen penuh untuk memberikan pembinaan keterampilan yang bersertifikat dan memiliki nilai ekonomis. Saat ini, pembinaan difokuskan pada sektor industri kreatif dan agrobisnis.
Peluncuran Program IDAMAN, Berikan Peluang Perkembangan Produk Herbal Nusantara
“Kami memprioritaskan beberapa sektor unggulan, seperti pelatihan menjahit, kerajinan tangan lokal, budidaya hidroponik, perkebunan, perikanan, pangkas rambut, tata boga, hingga pertukangan.
Harapan besar kami, semua ilmu ini benar-benar bermanfaat agar mereka bisa mandiri dan diterima dengan baik oleh masyarakat saat bebas nanti,” pungkas Dewanto.(Karmono)






