Persindonesia.com Jembrana – Warga Banjar Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana di hebohkan salah satu warga yang terseret arus laut di Pantai Yehsumbul. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 14.25 wita. Sampai saat ini korban masih dalam pencarian. Kamis (11/8/2022)
Diketahui korban bernama Ary Budianto 21 tahun asal Banjar Yehsumbul, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Korban berencana pergi mencari ikan di Benoa, saat diperjalanan korban dihantam ombat besar dan terseret arus hingga kini masih dalam pencarian.
Meriahkan HUT Kota Negara, Bupati dan Wabup Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan
Penuturan dari salah satu warga bernama Junaidi 46 tahun yang merupakan tetangga korban menuturkan, sebelumnya dirinya dicari oleh bapak korban bahwa anaknya dihantam ombak. Dirinya juga melihat ada jukung sedang menuju keselatan, dirinya juga melihat ada orang di tengah laut memegang Seterofoam warna putih.
“Tadi bapak korban datang kepada saya dia bilang bilang anaknya dihantam ombat ditengah laut. Saat itu saya langsung mencari paman saya untuk meminta bantuan untuk menolong anaknya Pak Bahri, saat itu kami berangkat ketengah laut, sampai di pertengahan ombak besar orang tersebut sudah tidak ada, hanya melihat pecahan seterefoam mengapung,” terangnya.
Ground Breaking Tol, Bupati Tamba Akan Lounching Program Satu Data dari Desa
Sementara Kapolsek Mendoyo AKP I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut, awalnya korban bertujuan membantu mendorong Jukung yang terbuat dari kayu milik dari pamannya untuk melewati ombak pantai, setelah itu korban melanjutkan perjalanan ke tengah laut dengan tujuan menuju ke Pantai Benoa untuk mencari ikan, korban ketengah laut untuk menuju jukungnya menggunakan pelampung seterofoam.
“Ditengah perjalanan korban dihantam oleh ombak besar sehingga pelampung seterofoam tersebut pecah dan korban dibawa arus pantai. Kami Bersama BPBD dan PMI Jembrana masih melakukan penyisiran di sepanjang pantai Yehsumbul. Sedangkan Pol Airud dan Basarnas Jembrana di bantu oleh nelayan setempat melakukan pencarian di tengah laut dengan menggunakan perahu karet milik Basarnas. Sampai saat ini korban belum berhasil di temukan,” tutupnya.






