Bangli,PersIndonesia.Com- Sebanyak 315 Mahasiswa dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Denpasar melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bangli. Kegiatan KKN diawali dengan serah terima yang dihadiri Pj. Sekda Bangli, I Made Ari Pulasari didampingi Kadis Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana.
Kegiatan serah terima yang berlangsung di gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli dihadiri langsung Direktur Poltekes Kemenkes Denpasar, Dr.Sri Rahayu dan Mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN IPE Poltekes, pada hari Kamis (23/1/25).
Baca Juga : Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Bangli Dorong Pemanfaatan Lahan Tak Produktif
Kegiatan KKN yang diikuti oleh 315 Mahasiswa ini berasal dari 6 jurusan yakni, kebidanan, keperawatan, gizi, analis kesehatan lingkungan, dan jurusan gigi. KKN dipusatkan di delapan (8) Desa, meliputi Desa Abuan, Banua, Bayung Gede, Belancan, Bonyoh, Katung, Sekardadi serta Desa Sekaan dan berlangsung selama 3 Minggu (20 Januari- 7 Pebruari 2025).
Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Sri Rahayu menyampaikan tujuan kegiatan KKN dengan tema “Bagaimana Mewujudkan Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer” ini dalam rangka menjalankan transformasi sistem kesehatan dalam layanan primer dengan sistem ketahanan kesehatan melalui penyiapan tenaga cadangan.
Fokus utama dari KKN adalah bagaimana peran serta Mahasiswa dalam menggerakkan penyelesaian pemberdayaan masyarakat dalam penyelesaian masalah kesehatan yang ada di 8 Desa yang menjadi locus dari kegiatan KKN tersebut
“Pelayanan Kesehatan Primer merupakan pelayanan kesehatan yang pertama, berupa bagaimana upaya pencegahan deteksi resiko penyakit ini bisa dicegah, salah satunya dengan asas preventif dan promotif”, ungkapnya.
Baca Juga : Perkuat Sinergi Penanggulangan Narkoba, BNNK Gianyar Sambangi Polres Bangli
Sementara Penjabat (Pj) Sekda Bangli, I Made Ari Pulasari mengatakan dengan masih adanya kasus Stunting yang terjadi di wilayah Kabupaten Bangli, inilah saatnya bagi Mahasiswa Poltekkes yang KKN memberikan pelayanan kepada masyarakat yang masih mengalami kasus Stunting dengan melakukan perbaikan gizi dan pola hidup sehat.
Dan sejalan dengan program utama Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam bidang program Makan Bergizi Gratis (MBG), kehadiran Mahasiswa yang melaksanakan KKN bisa memberi bantuan tentang Gizi yang baik dan sehat. “Dengan hadirnya adik-adik Mahasiswa, dalam hal ini dari jurusan ahli Gizi sekiranya bisa memberikan wawasan pengetahuan bagi masyarakat akan pentingnya pemenuhan Gizi untuk perkembangan otak dan menciptakan SDM yang berkualitas”, ucapnya.
Pulasari juga menyampaikan selama kegiatan KKN ini berlangsung, pihaknya meminta para Perbekel di 8 Desa yang menjadi lokasi KKN IPE Poltekkes untuk memberikan pemahaman tentang Awig Desa dan melakukan pengawasan terhadap adik-adik Mahasiswa KKN IPE Poltekkes Denpasar tahun 2025.
Dengan memberikan pemahaman dan melakukan pengawasan, diharapkan kegiatan KKN dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Sehingga apa yang menjadi tujuan KKN dapat terwujud dan dampak dari kegiatan tersebut bisa dirasakan masyarakat yang ada di delapan Desa yang menjadi locus kegiatan”, pungkasnya. (DB)






