Persindonesia.com Jembrana – Ditengah dampak efisiensi dan rencana pemotongan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai menuntaskan perbaikan puluhan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami kerusakan. Tahun ini, rehabilitasi dilakukan melalui dua sumber pendanaan, yakni Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan 2025 dan bantuan langsung dari Kementerian Pendidikan lewat program revitalisasi satuan pendidikan.
Salah satu sekolah yang menjadi perhatian utama adalah SD Negeri 5 Dauhwaru di Lingkungan Sawe, Kelurahan Dauhwaru. Setelah bertahun-tahun beroperasi dengan kondisi bangunan yang nyaris roboh, sekolah ini akhirnya menjalani proses perbaikan menyeluruh sejak sebulan terakhir.
Tiga ruang kelas, ruang guru, serta fasilitas toilet dibongkar total untuk diganti dengan bangunan baru yang lebih layak. Meski tengah dalam proses renovasi, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan sistem shift.
Pedagang Protes, Pintu Pasar Umum Negara Sering Terlambat Dibuka
“Kelas I sampai III masuk pagi, sedangkan kelas IV sampai VI belajar mulai pukul 12.00 Wita sampai sore,” ungkap Kepala SDN 5 Dauhwaru, Sukati, saat ditemui Rabu (22/10).
Ia menjelaskan, perbaikan meliputi penggantian atap, kusen, dan dinding yang sebelumnya miring dan rapuh. Beberapa ruangan bahkan tidak lagi memiliki pintu akibat rusak berat. “Sekarang pembangunan sudah berjalan lancar. Kami ajukan sejak September lalu dan akhirnya disetujui,” ujarnya.
Data fisik menunjukkan, proyek perbaikan di SDN 5 Dauhwaru meliputi tiga kegiatan utama: rehabilitasi ruang administrasi senilai Rp82 juta, rehabilitasi ruang kelas sebesar Rp373 juta, serta pembangunan toilet dan sanitasi senilai Rp132 juta.
Pemkab Badung Siapkan Strategi Peningkatan PAD, Bupati Adi Arnawa Sambut Pemeriksaan BPK
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, memastikan seluruh sekolah dengan kondisi rusak berat telah masuk program perbaikan tahun ini. Total ada 23 sekolah yang ditangani, terdiri atas 18 SD dan 5 SMP.
“Dari DAU Pendidikan 2025, ada 11 SD dan 4 SMP yang diperbaiki, sementara dari program revitalisasi pusat ada 7 SD dan 1 SMP. Semua proses sudah berjalan,” jelasnya.
Anom menambahkan, sejumlah proyek perbaikan berlangsung hampir bersamaan di beberapa titik. Namun, SDN 5 Dauhwaru menjadi salah satu prioritas karena tingkat kerusakannya tergolong paling parah.
“Harapannya, semua proyek rampung sesuai target agar siswa bisa kembali belajar di ruang yang aman dan nyaman,” pungkasnya. TS






