Regrouping SD di Jembrana Menuai Penolakan, Disdikpora Tegaskan Masih Tahap Sosialisasi

Persindonesia.com Jembrana – Rencana regrouping terhadap sembilan sekolah dasar yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana menuai penolakan dari sejumlah pihak. Meski demikian, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih berada pada tahap sosialisasi awal.

Regrouping direncanakan terhadap sekolah-sekolah yang dinilai tidak memenuhi kuota minimal 70 siswa serta mengalami penurunan keterisian murid yang tidak maksimal selama sedikitnya tiga tahun berturut-turut. Dari hasil evaluasi sementara, bahkan terdapat satu sekolah yang hanya memiliki 44 orang siswa.

Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, membenarkan adanya penolakan dari beberapa sekolah dan wali murid. Namun, menurutnya, penolakan tersebut kemungkinan dipicu oleh kesalahpahaman dalam menerima informasi.

Lokasabha XII MGPSSR Provinsi Bali, Bupati Badung Dorong Penguatan Peran Adat dalam Pembangunan Daerah

“Seperti di SDN 5 Batuagung, yang saat ini baru dalam tahap sosialisasi awal. Namun sudah muncul penolakan dan permintaan dari orang tua siswa untuk menunda regrouping hingga penerimaan siswa baru tahun depan. Kami sudah tekankan bahwa ini belum langsung dilakukan regrouping, masih sebatas sosialisasi,” ujarnya, Senin (22/12)

Ia menjelaskan, sembilan sekolah tersebut masuk dalam proses evaluasi karena telah memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan. Evaluasi dilakukan melalui pembahasan bersama pihak sekolah, komite, serta pemerintah desa setempat guna menentukan langkah lanjutan. “Ada sekolah dan desa yang kami datangi langsung untuk melakukan evaluasi,” tambahnya.

Anom mengaku, kriteria utama regrouping adalah keterisian siswa yang terus menurun dan tidak maksimal selama minimal tiga tahun. Saat ini, rata-rata jumlah siswa di sembilan sekolah tersebut berada di bawah 70 orang per sekolah. Selain itu, di SDN 5 Penyaringan bahkan terdapat kelas yang kosong karena tidak menerima siswa baru pada tahun ajaran sebelumnya.

Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan

“Sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria tersebut menjadi bahan evaluasi kami. Salah satunya jumlah siswa di bawah 70 orang dan cenderung terus menurun,” pungkasnya. Ts

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *