Angin Mengamuk di Gilimanuk, Pura Segara Pelabuhan Rusak Parah, Puluhan Motor Remuk

Persindonesia.com Jembrana – Terjangan angin kencang dan hujan lebat mendadak melanda Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (4/2/2026) sore. Cuaca ekstrem tersebut merusak bangunan suci Pura Segara Pelabuhan dan merobohkan pangkalan ojek di kawasan pelabuhan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Angin kencang menerjang kawasan pesisir Pelabuhan Gilimanuk dan merusak beberapa pelinggih utama di area Pura Segara Pelabuhan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, sedikitnya tiga bangunan utama di pura terdampak cukup serius.

Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 Klungkung Tekankan Infrastruktur di Nusa Penida

“Bangunan yang mengalami kerusakan antara lain Pelinggih Meru Tumpang Tiga, Pelinggih Taksu, dan Pelinggih Pengelurah,” ujar Artana, Kamis (5/2/2026).

Artana menambahkan, hasil pendataan kerusakan telah dikumpulkan dan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jembrana untuk menghitung nilai kerugian material.

Selain merusak pura, terjangan angin kencang juga menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bangunan pangkalan ojek di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Akibat kejadian itu, bangunan pangkalan ojek ambruk dan sedikitnya 20 unit sepeda motor yang tengah terparkir mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.

DPRD Badung Siapkan Langkah Khusus Tertibkan Bangunan Tanpa Izin “Pansus”

Sementara, Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, mengatakan pohon tumbang tersebut langsung menimpa deretan sepeda motor milik para pengemudi ojek. “Ada sekitar 20 unit sepeda motor yang terdampak akibat tertimpa pohon tumbang,” jelasnya.

Cuaca buruk di perairan Selat Bali juga berdampak pada aktivitas penyeberangan. Otoritas pelabuhan terpaksa menghentikan sementara layanan penyeberangan lintas Gilimanuk–Ketapang selama satu jam.

“Penundaan penyeberangan berlangsung sejak pukul 15.45 Wita hingga 16.45 Wita,” ungkapnya.

Rakor P4GN 2026, Gubernur Bali Wayan Koster: Penanganan Narkoba harus Serius dan Terpadu

Penutupan sementara tersebut sempat memicu antrean kendaraan di dalam area pelabuhan. Namun, setelah kondisi cuaca membaik, layanan penyeberangan kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur normal.

Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan 25 personel dari Polsek Gilimanuk, Yon C Sat Brimobda Bali, serta BPBD Jembrana. Seluruh penanganan dinyatakan selesai pada pukul 18.00 Wita. “Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka,” tutupnya. Ts

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *