Tertimbun Longsor, 1 Pekerja Proyek di Kemenuh Sukawati Meregang Nyawa

Persindonesia.Com,Gianyar – Peristiwa tanah longsor menimpa proyek perbaikan senderan tembok pelinggih mrajan milik milik Dewa Made Artha yang berlokasi di Jalan Air Terjun Tegenungan, Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Kamis (12/2/2026) pukul 11.00 Wita. Akibatnya 1 orang pekerja proyek meninggal dunia sementara 2 lainnya berhasil dievakuasi.

Informasi yang terhimpun longsor terjadi secara tiba-tiba saat 3 pekerja proyek yakni Ketut Warta (50), I Wayan Cenik (45), dan I Nyoman Sukana (46) tengah menggali dasar pondasi senderan yang sebelumnya rusak akibat hujan.

Baca Juga : Tanah Longsor Akibatkan Jalan Jebol di Ubud Ditinjau Bupati dan Kapolres Gianyar

Untuk perbaikan senderan tersebut sendiri dimulai sejak 10 Februari 2026, namun saat proses penggalian berlangsung, tanah tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja.

Dalam peristiwa tersebut korban pertama, Ketut Warta tertimbun sebatas kaki dan berhasil menyelamatkan diri dalam kondisi selamat. Korban kedua, I Wayan Cenik tertimbun hingga leher dan berhasil dievakuasi, kemudian mendapat perawatan di RS Arisanthi Ubud dengan luka memar pada paha kiri.

Sedangkan korban ketiga, I Nyoman Sukana ditemukan tertimbun seluruh tubuh dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata saat dikonfirmasi menyampaikan setelah informasi peristiwa longsor diterima langsung menuju ke lokasi bersama Personel. Setiba di lokasi (TKP) melakukan upaya pengamanan serta membantu proses evakuasi BPBD Gianyar dan warga.

Untuk korban pertama telah berhasil menyelamatkan diri. Kemudian korban kedua I Wayan Cenik berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.40 Wita. “Untuk korban ketiga I Nyoman Sukana ditemukan pukul 12.50 Wita dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal setiba di RS Arisanthi Ubud”, terangnya.

Untuk jenazah saat ini dititipkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Sanjiwani, Gianyar dan rencananya akan dikremasi menunggu hari baik.

Baca Juga : Tebing di Perbatasan Klungkung-Gianyar Kembali Longsor, Arus Lalin Dialihkan

Adanya pembangunan proyek kos-kosan dilahan yang lebih rendah sekitar 4 neter dari rumah warga diduga sebagai pemicu tembok penyengker mrajan longsor saat hujan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan faktor keselamatan kerja serta kondisi tanah saat melakukan aktivitas penggalian di area rawan longsor”, kata Kapolsek Sukawati.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *