Persindonesia.Com,Bangli – Seorang remaja putri, Ni Putu Nadia Winandita (16), warga Banjar Tengah Kangin, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Bangli dilaporkan mengalami kedinginan atau gejala Hipotermia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Abang, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Informasi terhimpun peristiwa yang terjadi, Sabtu (21/2) berawal sekitar pukul 05.30 Wita, korban Putu Nadia Winandita bersama 5 rekannya mulai melakukan pendakian. Dan memasuki pertengahan Pos 2 jalur pendakian (ketinggian ± 1700 Mdpl) sekitar pukul 12.00 gejala hipotermia mulai dirasakan Putu Nadia.
Baca Juga : Temuan Mayat Mengambang Di Sungai, Gegerkan Warga Tellok
Karena kondisi fisik Ni Putu Winandita menurun, kedinginan hingga lemas, rekan-relannya segera meminta bantuan agar bisa melakukan upaya evakuasi. Hingga akhirnya sekitar pukul 16.15 Wita berhasil dievakuasi.
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi, Minggu (22/2) membenarkan peristiwa tersebut. Kata Kapolsek, begitu informasi diterima pihaknya langsung bergerak dan melakukan koordinasi dengan Tim SAR gabungan untuk segera melakukan evakuasi.
Selanjutnya sekitar pukul 15.30 Wita, sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik keberadaan korban, Tim SAR Gabungan yang dipimpin Padal, Aiptu Nyoman Widin dengan melibatkan unsur Basarnas, serta masyarakat setempat berkumpul di area parkir kaki Bukit Abang.
“Berkat koordinasi yang solid dan kerja sama yang optimal di lapangan, korban berhasil dievakuasi dan tiba di parkiran kaki pendakian sekitar pukul 16.15 Wita”, terangnya.
Setiba diparkiran kaki pendakian Gunung Abang, korban segera mendapatkan penanganan medis oleh Tim Puskesmas Kintamani. “Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dinyatakan kondisi korban stabil dan tidak memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit”, ungkap Kompol Dwi Puja Rimbawa.
Pihaknya mengapresiasi kekompakan dan respons cepat tim SAR gabungan serta partisipasi masyarakat. Sinergitas ini menjadi kunci sehingga korban dapat segera tertangani dengan baik.
Baca Juga : Sempat Beraksi di Payangan, Pelarian Pelaku Pencurian Emas Berakhir di Kintamani
Selain itu, Kapolsek juga mengimbau para pendaki agar lebih memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan pendakian, terutama di kawasan pegunungan yang memiliki suhu ekstrem.
“Kami mengingatkan para pendaki, khususnya yang masih berusia remaja, agar mempersiapkan diri secara matang, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, memperhatikan prakiraan cuaca, serta membawa perlengkapan yang memadai untuk mengantisipasi suhu dingin guna mencegah risiko hipotermia,” tandasnya. (*)






