Waduh! Terbentur Armada Panas, Damkar Bangli Batalkan Penanganan di Banjar Peselatan Suter

Persindonesia.Com,Bangli – Kebakaran menimpa rumah I Nengah Sudarta (85) yang berlokasi di Banjar Peselatan, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Meskipun tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun akibat kebakaran yang terjadi, Rabu (8/3/2026) sekitar pukul 16.00 Wita tersebut menimbulkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah.

Informasi terhimpun kobaran api yang membakar rumah Nengah Sudarta berhasil dipadamkan setelah warga setempat berjibaku hampir satu setengah jam lebih atau pukul 17.30 Wita dengan alat seadanya.

Baca Juga : Dupa Bekas Persembahyangan Picu Kebakaran Rumah Warga Peselatan Suter

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Kabupaten Bangli, Cokorda Gede Mahendra saat dikonfirmasi terkait upaya penanganan mengatakan bahwa setelah menerima laporan kebakaran melalui Call Center 112 Bangli sekitar pukul 16.36 Wita, pihaknya segera menerjunkan anggota dengan 1 armada BW.

Dan dalam perjalanan menuju lokasi tepatnya di Desa Pengotan, tiba-tiba amper armada BW 46 naik akibat kepanasan, sehingga tidak bisa jalan. “Melihat kondisi seperti ini, personil terpaksa menepi dan melakukan pendinginan selama 45 menit”, terangnya, Senin (9/3/2026).

Lanjut disampaikan, setelah melakukan pendinginan, koordinasi pun dilakukan, sehingga diputuskan untuk balik ke Pos Damkar. “Setelah kami lakukan koordinasi dengan pimpinan, maka disepakati untuk kembali ke kantor”, ujar Cokorda Mahendra.

Menurutnya, untuk armada pemadam kebakaran Bangli yang ada saat ini ada tiga unit, yakni dua armada BW dan satu armada penyuplai air (tangki). Kebetulan saat kebakaran yang terjadi di Banjar Peselatan Suter, satu armada BW mengalami kerusakan.

“Saat ini telah dilakukan perbaikan dan sudah bisa digunakan untuk melakukan upaya penanganan kebakaran”, kata Cokorda Mahendra.

Ia menyampaikan persoalan gangguan armada sudah sering terjadi. Diakuinya, permasalahan ini tidak kali ini saja. Permasalahan sering terjadi. Untuk mengatasi permasalahan seperti ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli. “Kami pastinya akan melakukan koordinasi dengan Pemda, mengingat ini sifatnya urgent”, tegasnya.

Baca Juga : Dua Budaya Jembrana Diakui Nasional, Payas Dirga dan Tenun Loloan Masuk WBTB 2025

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi mengatakan setelah menerima laporan, petugas Polsek Kintamani langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, adapun barang yang terbakar yakni, 4 bokor selaka, uang tunai sebesar Rp 3 juta, BPKB sepeda motor Honda Prima, 2 unit sepeda gayung, 6 buah veleg sepeda motor, 5 buah cincin emas seberat 10 gram, 2 bunga emas seberat 3 gram.

“Dalam peristiwa kebakaran tersebut nihil korban jiwa, namun kerugian materiil yang dialami korban kurang lebih mencapai Rp 100 juta”, terangnya.

Menurut Ratwijaya, dari hasil olah TKP dan penyelidikan yang dilakukan, petugas menemukan satu batang kayu bekas terbakar dan kapas bantal tempat duduk. “Kuat dugaan terjadinya kebakaran akibat dupa sisa persembahyangan, mengingat sebelum kejadian korban sempat melakukan persembahyangan”, tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *