Persindonesia.Com,Klungkung – Sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) melaksanakan Pasar Murah di Balai Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (15/4/2026).
Berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, antara lain Sembilan Bahan Pokok (Sembako), kebutuhan hari raya, serta kebutuhan harian lainnya, seperti, minyak goreng merek Fortun kemasan 1 liter dijual seharga Rp 22 ribu dan kemasan 5 liter Rp 40 ribu, minyak goreng Fitri kemasan 800 gram Rp 18 ribu, beras Bali kemasan 5 kg Rp 65 ribu telur Rp 48 ribu per krat, gas LPG 3 kg Rp 18 ribu, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp 30 ribu per kilo.
Baca Juga : CATAT! Klungkung Berlakukan Respon Cepat Darurat Lewat Call Center 112
Kegiatan pasar murah tersebut mendapat respon positif dari Wakil Bupati (Wabup) Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra saat hadir langsung melakukan peninjauan. Menurutnya kegiatan pasar murah ini dapat memberikan akses kepada masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu, untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Selain itu, kegiatan pasar murah ini juga berkontribusi dalam menekan laju inflasi. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan dilaksanakan di desa-desa lainnya di Kabupaten Klungkung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, A.A. Ayu Jumnowati Giri Putri menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan sejumlah distributor dan pelaku usaha lokal yang turut mendukung program stabilisasi harga di tingkat masyarakat.
Baca Juga : Wisatawan Australia Tertinggi Berlibur ke Bali
Dipilihnya Desa Nyalian sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada usulan dari Pemerintah Kabupaten, mengingat letaknya yang relatif jauh dari pusat keramaian maupun pasar.
“Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah sekitar”, ungkapnya. (*)






