Persindonesia.com Jembrana – Proyek Pengembangan PPN Pengambengan Kabupaten Jembrana yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 kini telah memasuki tahap tender. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala lantaran jumlah kontraktor yang mendaftar belum memenuhi syarat.
Hingga saat ini, baru empat kontraktor yang mengajukan penawaran ke pemerintah pusat. Padahal, sesuai ketentuan, dibutuhkan sedikitnya tujuh kontraktor untuk dapat melanjutkan proses pengerjaan proyek tersebut. Dengan demikian, masih dibutuhkan tiga kontraktor tambahan agar tender dapat diproses lebih lanjut.
Kondisi tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Jembrana bersama Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana pada Senin (4/5) di Kantor Rapat DPRD Kabupaten jembrana.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi II DPRD Jembrana, Ketut Suastika atau yang akrab disapa Cuhok, mengatakan proyek PSN sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, termasuk seluruh mekanisme tender dan persyaratan teknis.
Air PDAM Bangli Kembali Normal Pasca Sempat Ngadat Beberapa Hari
“Karena ini masuk program strategis nasional, semua proses dipersiapkan oleh pusat, mulai dari sistem tender hingga teknis pelaksanaannya. Kabupaten hanya menyiapkan sarana pendukung, seperti administrasi, kesiapan masyarakat, hingga lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu kendala utama saat ini adalah belum terpenuhinya jumlah kontraktor yang memenuhi syarat untuk mengikuti tender.
“Syaratnya harus ada tujuh kontraktor yang menawar. Saat ini baru ada empat yang masuk, sehingga masih kurang tiga. Itu yang menjadi kendala utama,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan tersebut sepenuhnya menjadi ranah pemerintah pusat dalam mencari solusi, termasuk kemungkinan membuka kembali peluang bagi kontraktor lain untuk memenuhi persyaratan tender.
Inovasi Layanan MBG, Dapur SPPG Cempaga Siap Terapkan Sistem Prasmanan
“Kalau ini kendalanya di kontraktor, tentu pusat yang mencari solusi. Bisa saja nanti ada upaya pemenuhan persyaratan atau pembukaan kesempatan tambahan,” imbuhnya.
Terkait anggaran, imbuh Cuhok, proyek tersebut disebut memiliki nilai lebih dari Rp1 triliun. “Kurang lebih anggarannya di atas Rp1 triliun. Saat ini kita tinggal menunggu persoalan kontraktor selesai. Dari sisi kabupaten, kami sudah siap mendukung penuh program pusat ini,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Jembrana, lanjutnya, siap menjalankan peran sebagai pendukung guna menyukseskan pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut. TS






