Geger! Petani di Tegal Temukan Granat Nanas Aktif di Lahan Jagung

Persindonesia.com Tegal – Aktivitas rutin Kasmuri (58), seorang petani di Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, mendadak berubah mencekam pada Kamis (4/6/2026) pagi. Alih-alih memanen hasil taninya, ia justru menemukan sebuah granat tangan jenis nanas yang diduga masih aktif di tengah lahan jagung miliknya.

Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat Kasmuri sedang membersihkan lahan dan memeriksa kondisi tanaman jagung. Saat itu, ia melihat sebuah benda logam bertekstur kasar yang bentuknya menyerupai granat militer.

Menyadari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, Kasmuri tidak berani menyentuh atau memindahkan benda tersebut. Ia kemudian melaporkan temuannya kepada perangkat desa yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke Polsek Kedungbanteng.

WNA Hingga Residivis Ditangkap, 18 Kasus Pencurian Terungkap di Gianyar Kurun Mei 2026

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kedungbanteng segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan. Dipimpin Kapolsek Kedungbanteng, IPTU Joko Waluyo, petugas memasang garis polisi guna mensterilkan area dari aktivitas warga dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain mengamankan lokasi, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami langsung mengamankan tempat kejadian perkara demi keselamatan warga karena benda tersebut merupakan material berbahaya yang membutuhkan penanganan khusus,” ujar IPTU Joko Waluyo.

Kandang Ayam Pedaging Warga Sidayu Tojan Terbakar, 300 Bibit Ayam Mati Terpangang

Pada sore harinya, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jawa Tengah yang dipimpin IPDA Sanyoto tiba di lokasi. Mengingat tingginya risiko yang ditimbulkan, tim memutuskan untuk melakukan evakuasi dan disposal atau pemusnahan granat di lokasi yang telah dinyatakan aman sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Proses pemusnahan granat berlangsung dengan pengamanan ketat. Tim Gegana berhasil mengeksekusi penghancuran granat tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan materiil di sekitar lokasi.

Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, memberikan apresiasi atas kewaspadaan Kasmuri dan perangkat desa yang segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.

Skakmat! Bukti Ilmiah INAFIS Hancurkan Narasi ‘Cuci Tangan’ Ririn dalam Kasus Paoman Indramayu

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak menyentuh benda asing yang diduga berbahaya merupakan langkah penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan atau ledakan yang dapat mengancam keselamatan.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada aparat apabila menemukan benda yang diduga merupakan bahan peledak, senjata, atau material berbahaya lainnya.

“Jangan menyentuh atau memindahkan benda tersebut. Segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki kompetensi khusus,” tegasnya.

Sidang Kasus Indramayu : Kebohongan Mulai Terungkap, Bukti Krusial INAFIS dan CCTV Sudutkan Terdakwa Ririn

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kewaspadaan masyarakat dan respons cepat aparat kepolisian sangat penting dalam mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan publik. (Karmono)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *