5 Pejabat Pemkab Dilantik di TPA Peh, Bupati Kembang Tegaskan Penanganan Sampah Jadi Prioritas

Persindonesia.com Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggelar pelantikan pejabat dengan konsep yang tidak biasa. Setelah sebelumnya melaksanakan pelantikan di kebun kakao, kali ini pelantikan 5 pejabat pimpinan tinggi pratama digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh, Selasa (7/7).

Pelantikan dipimpin langsung Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Salah satu pejabat yang dilantik adalah I Wayan Putra Mahardika sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP).

Selain itu, I Putu Nova Noviana yang sebelumnya menjabat Camat Mendoyo dilantik sebagai Sekretaris DPRD Jembrana. Putu Gede Oka Santika yang sebelumnya Camat Melaya dipercaya menjabat Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Setda Jembrana. I Made Cipta Wahyudi dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, sedangkan I Wayan Harta Wijaya yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dipercaya memimpin Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan, pelantikan Kepala DLH di TPA bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki pesan simbolis mengenai pentingnya penanganan persoalan sampah di Kabupaten Jembrana.

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Lelaki Asal Sukawana Menolak Digiring ke RSJ Oleh Petugas

Menurutnya, pelantikan di TPA bukan kali pertama dilakukan. Saat masih menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi I Putu Artha, ia juga pernah melantik pejabat di lokasi yang sama sebagai bentuk komitmen terhadap isu lingkungan.

“Setiap kebijakan harus memiliki arti, makna, kesan, bahkan roh. Karena itu pelantikan dilakukan di TPA sebagai pengingat bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan secara serius,” ujarnya.

Kembang Hartawan menegaskan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Lingkungan Hidup, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

“Kita harus membiasakan pemilahan sampah, baik melalui konsep tebe tradisional maupun tebe modern. Itu adalah kunci penyelesaian persoalan sampah,” katanya.

Astaga! Diduga Terlilit Utang, Perempuan Muda Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Negara

Ia optimistis Kepala DLH yang baru memiliki semangat dan kapasitas untuk memperkuat berbagai program pengelolaan sampah di Kabupaten Jembrana.

Dalam kesempatan tersebut, Kembang Hartawan juga menjelaskan bahwa masih terdapat dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum terisi secara definitif. Menurutnya, proses pengisian jabatan masih dalam tahap pembahasan dengan mengedepankan sistem merit yang mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, dan capaian kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Ia menjelaskan pemerintah memprioritaskan ASN yang berada pada kategori penilaian tertinggi, yakni box delapan dan box sembilan dalam sistem manajemen talenta ASN.

“Sistem ini sangat terbuka. Penilaian didasarkan pada prestasi, kompetensi, pendidikan, pengalaman organisasi, hingga pengembangan kapasitas diri. ASN yang aktif mengikuti pendidikan, pelatihan, seminar, maupun kegiatan organisasi akan memperoleh nilai lebih baik,” jelasnya.

Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung

Menurut Kembang Hartawan, penerapan sistem merit akan mendorong ASN terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan lanjutan, pelatihan, maupun sertifikasi sehingga tercipta persaingan yang sehat dalam pengembangan karier.

Sementara itu, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi menilai pelantikan Kepala DLH di TPA menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Menurutnya, persoalan utama yang harus segera diatasi adalah tingginya volume sampah yang menumpuk di TPA. Karena itu, kepala dinas yang baru diharapkan mampu menghadirkan solusi sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Kami berharap Kepala DLH yang baru dapat memperkuat edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat agar pemilahan sampah berbasis sumber benar-benar berjalan,” ujarnya.

Berkat Kejujuran Warga dan Kesigapan Polisi, Dompet Berisi Rp30 Juta Kembali ke Pemilik

Sri menambahkan DPRD Jembrana, khususnya Komisi III yang membidangi persoalan lingkungan, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam mencari solusi penanganan sampah secara berkelanjutan.

Ia berharap ke depan TPA hanya menerima sampah residu atau sampah yang telah melalui proses pemilahan, sementara sampah organik dapat dikelola langsung di tingkat rumah tangga maupun desa.

“Kalau pemilahan sudah berjalan dengan baik, maka yang masuk ke TPA hanya sampah residu, sementara sampah organik bisa selesai dikelola dari sumbernya,” katanya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *