PERSINDONESIA.COM – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Palaktiying, Desa Landih Kecamatan/Kabupaten Bangli bernama Putu Ayu Meita Widyastuti (19) yang bekerja di Jepang dilaporkan meninggal dunia. Hingga kini pihak Kepolisian Jepang masih melakukan penyelidikan terhadap kematian Putu Ayu Meita.
Sementara itu, Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak penyalur yakni salah satu LPK yang ada di Bangli. Lanjut disampaikan, berdasarkan keterangan pihak LPK diketahui bahwa Meita (korban) berangkat ke Jepang tanggal 1 Juli 2026.
Baca Juga : Sidang PMI Asal Jembrana di AS Kembali Ditunda, Hakim Tunggu Hasil Investigasi
Selama 1 bulan yakni dari tanggal 2 Juli sampai 2 Agustus korban mengikuti pelatihan di training center. “Baru di tanggal 6 Agustus korban mulai bekerja di salah satu perusahaan di Jepang,” ujar Kompol Gusti Sudarma Putra.
Selang beberapa hari setelah bekerja, tepatnya tanggal 16 Agustus 2026 sekira pukul 08.30 waktu setempat, pihak training center ditelepon pihak Kumiai (AO) kalau korban tidak bekerja seperti biasanya. Kemudian pihak perusahan menelepon yang bersangkutan, namun Meita tidak menjawab. “Setelah Meita tidak dapat dihubungi, pihak training center menengok kondisi Meita di apartemen tempatnya tinggal,” sebut Kapolsek.
Pihak training center sampai di apartemen Meita sekira pukul 09.26 Wita. Dan saat itu kondisi apartemen dalam keadaan terkunci. Karena tidak bisa dibuka pihak training center meminta pihak perusahaan untuk datang dan membuka kunci apartemen.
Setelah Kunci bisa dibuka, pihak training center dan pihak perusahan mencoba mencari Meita di kamar, dapur dan toilet, namun tidak ditemukan. Akhirnya pihak training center dan pihak perusahaan mencari di kamar mandi yang ditemukan dalam keadaan terkunci.
”Pihak perusahaan berusaha membuka pintu kamar mandi. Sebelumnya mereka mengintip dari lubang kunci dan terlihat Meita dalam keadaan bersandar dalam posisi duduk di tembok di balik pintu dan tergantung dengan selendang di bawah shower kamar mandi,” kata Kompol Gusti Sudarma.
Baca Juga : Keluarga Resah, PMI Asal Bangli 3 Bulan Tak Ada Khabar Pasca Ditangkap Imigrasi Malaysia
Menurut keterangan dari teman satu apartemen Meita yang juga teman kerja Meita yakni Komang Setia Dewi diketahui jika pada pagi hari sekira pukul 06.50 Wita, Meita baru bangun untuk sarapan. Karena lama menunggu, Komang Setia Dewi memutuskan untuk berangkat lebih dulu ke perusahaan tempatnya bekerja.
Atas kejadian tersebut pihak perusahaan langsung melapor ke pihak Kepolisian guna dilakukan penyelidikan. “Hingga kini hasil pemeriksaan belum dapat disampaikan secara lengkap karena proses penyelidikan oleh Kepolisian Jepang masih berlangsung,” jelas Kompol Gusti Made Sudarma Putra (*)






