Realisasi Retribusi Parkir Bangli Rendah, DPRD Desak Lakukan Evaluasi

PERSINDONESIA.COM – Rendahnya realisasi retribusi parkir di Kabupaten Bangli di tengah upaya melakukan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengundang keperihatinan, salah satunya dari anggota Komisi III DPRD Bangli, I Nengah Darsana. Menurutnya, dari realita setiap tahun target retribusi parkir tidak mampu tercapai. Pasalnya dari target sebesar Rp1,115 miliar pada 2026 hingga Agustus menunjukkan realisasi retribusi parkir baru mencapai sekitar 50 persen atau Rp500 juta lebih.

“Data ini terungkap, saat kami menggelar rapat kerja dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli, Kamis (24/9). Target sebenarnya mereka yang buat, diawali memetakan potensi, tetapi ternyata tidak pernah tercapai dan tidak ada evaluasi di internal Dishub,” terang Darsana, Jumat (25/6).

Baca Juga : Sareanda Hilang Diterkam Buaya Saat Hendak Cuci Timah

Lanjut kata Darsana, melihat capaian target yang lambat maka harus disikapi serius oleh Dishub. Hasil rapat menunjukkan sebagian besar juru parkir (jukir) tidak mampu mencapai target yang telah ditetapkan.
Melihat realita ini sepatutnya  Dishub segera melakukan evaluasi dengan menyusun ulang target yang realistis.

“Bagi juru parkir yang tidak mampu memenuhi target juga perlu diberikan sanksi. Kerja sama dengan juru parkir dapat dihentikan apabila selama beberapa bulan berturut-turut tidak mencapai target,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Selain itu Darsana juga menyoroti proses rekrutmen juru parkir. Menurutnya, rekrutmen perlu dilakukan secara terbuka dan diumumkan kepada publik dengan menetapkan sejumlah standar, seperti pendidikan, kesehatan jasmani dan rohani, serta kesanggupan memenuhi target yang diberikan.

“Proses rekrutmen yang lebih terbuka dinilai dapat menghasilkan juru parkir yang lebih berkualitas,” sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Bangli, I Dewa Agung Putu Purnama tak menampik realisasi retribusi parkir di tahun ini belum sesuai progres. Diakuinya, realisasi hingga saat ini semestinya sudah mencapai 70 persen.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi sebagaimana saran Dewan. Tim Dishub akan turun ke sejumlah kantong-kantong parkir untuk mengetahui potensi sebenarnya. “Kami ingin tahu berapa sih potensi dan realisasinya,” kata Dewa Purnama, Sabtu (26/9).

Baca Juga : Dishub Bangli dan PLN Rencanakan Penambahan PJU di Desa Penglipuran

Saat ini terdapat 18 blok atau kantong parkir yang dikelola Dishub dengan jumlah juru parkir sekitar 50 orang. Dishub selama ini belum pernah memberikan sanksi maupun memutus kerja sama dengan juru parkir yang tidak mencapai target.

“Kami mau turunkan tim dulu untuk memastikan potensi sesungguhnya dan disandingkan dengan capaian,” tegas Purnama. (*)