Lebih Kejam Dari Rentenir, Arisan Online Resahkan Warga Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – Di masa pandemi ariasan berbasis online marak terjadi di Kabupaten Jembrana, dengan sistem secara during dengan kecanggihan handphone mereka mengelabui masyarakat sehingga terjerat dengan pinjaman dengan bunga sangat tinggi

Dibalik semua itu, tak ayal banyak juga masyarakat yang menjadi korban ikut meminjam dana dari komunitas di group whatsapp dengan bunga terlalu tinggi, bahkan mereka mengancam peminjam serta mendatangi rumah mengaku pemodal.

DPD Partai Golkar Kabupaten Melawi Gelar Vaksinasi Massal

Seperti halnya salah satu warga asal Kecamatan jembrana berinisial AN (20) awalnya dirinya diajak temannya baru lulus SMA untuk ikut arisan online yang cukup menggiurkan, dilihat dari sistemnya kalah jauh dengan arisan biasa. Sistemnya ada 2 pilihan dengan sistem arisan tembak dan arisan menurun. Dirinya memilih sistem menurun dengan nominal setoran tidak sama dengan anggota lainnya.

“Urutan paling atas lebih besar dengan urutan dibawah dengan perincian mingguan. Diawal saya pinjam sebanyak 500 ribu dan ngembalikan 850 ribu dengan jangka waktu 7 hari. Semakin hari dikarenakan tidak bisa bayar lalu saya diarahkan memi jam ke orang lain dengan bunga sama akan tetapi jangka waktunya sangat cepat. Disini saya hanya bisa menutupi bunganya saja,” terangnya.

Forkopimda Jatim Beri Dukungan Kepada Atlet Jatim Yang Berlaga di PON XX Papua

Dikarenakan durasi bayar sangat cepat, lanjut AN, dan bungganya sangat tinggi, akhirnya dirinya diancam lewat telepon, tidak hanya dirinya, kerabatnya juga ikut diancam agar segera melunasi sesuai perjanjian. “Saya diancam kalau tidak membayar dalam 1 jam dikenai denda 100 ribu berapapun pinjamannya, bahkan mau diveralkan di media sosial. Ini lebih kejam dari rentenir,” ucapnya.

Dirinya merasa resah, banyak teman-teman yang mi jam mendapatkan teror melalui telepon bahkan mendatangi korban, namun saat didatangi dirinya tidak kenal dengan orang tersebut dan mereka mengaku pemodal. “Dalam hal ini kami sangat resah, jangan sampai masyarakat lainnya terkena musibah seperti yang kami alami,” ujar ayah korban. (SR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *