Ricuh Demo Mahasiswa Papua Menimbulkan Konflik Antar Ormas dan Desa Adat

Persindonesia.com, Denpasar – Kembali demo Mahasiswa Papua pecah di Renon Denpasar Bali. Bentrokan antara pendemo dengan massa dari ormas dan desa adat, sempat ketegangan, Rabu (1/12).

Dalam bentrokan itu, sejumlah massa dari kedua kubu mengalami luka akibat terkena lemparan batu. Beruntung bentrokan tidak meluas setelah polisi membubarkan kedua massa.

Gubernur Segera Tetapkan UMK 2022 di Jawa Timur. 

Mahasiswa Papua memulai aksinya dari parkir timur Lapangan Renon sekitar pukul 09.00 Wita. Aksi itu digelar dalam dalam rangka memperingati 60 tahun deklarasi kemerdekaan Papua Barat.

Mereka lalu melakukan long marc menuju titik sasaran yaitu kantor Konjen AS di Jalan Hayam Wuruk. Saat melintas di Jalan Raya Puputan, meraka dihadang massa dari desa adat dan Patriot Garuda Nusantara (PGN).

Cegah Kejahatan Jalanan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Jakarta Pusat Laksanakan Patroli Perdana

Bentrokan dipicu oleh aksi penyobekan atribut yang dibawa massa AMP. Kedua massa lalu terlihat adu fisik dan berlanjut pada saling lempar batu.

Polisi yang sejak pagi mengamankan aksi kemudian membubarkan massa dua kubu. Penyisiran lalu dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pendemo yang bertahan.

Wagub Cok Ace ; Pentingnya Keselarasan Aturan Hukum dan Kearifan Lokal

Koordinator AMP Bali Yesaya mengatakan, aksi yang digelar adalah aksi damai dan telah mengantongi ijin dari kepolisian. “Tiba-tiba kami dihadang dan diserang,” ujarnya

Panglima PGN Komando Wilayah Bali Gus Yadi mengatakan, masanya turun ke lokasi sebagai bentuk bela negara. “Kita datang untuk mencegah karena aksi mereka sudah tidak benar. Apalagi dilakukan di Bali,” katanya.

Sungai Cidurian Menyempit Dan Dangkal, Kades Jengkol : Tidak Ada Perhatian Dari PUPR Melalui BBWS C3

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Made Uder menyebut  pengamanan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. Bentrokan dipicu aksi saling ejek lalu terjadi aksi lempar batu sehingga dibubarkan.

Dia menegaskan tidak ada massa dari kedua kubu yang diamankan dalam bentrok ini. “Kita mempersilakan kedua pihak melapor ke polisi jika ada yang dirugikan,” tegasnya. Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *