Acap Kali Menimbulkan Bahaya, DPRD Bangli Soroti Kerusakan Jalan di Bangbang

Bangli,PersIndonesia.Com- Kerusakan jalan yang terjadi di wilayah Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli memantik kekhawatiran bagi masyarakat dan berbagai kalangan. Pasalnya akses jalan yang merupakan sarana bagi aktivitas masyarakat acap kali menimbulkan Lakalantas (Kecelakaan Lalulintas).

Baca Juga : Gelar Raker Bersama Inkait, Komisi III DPRD Bangli Soroti Jaringan Irigasi Rusak

Berkaitan dengan hal tersebut Anggota DPRD Bangli, I Nyoman Kartika menyoroti bangunan insfratuktur terutama jalan dan jembatan yang rusak. Menurutnya jalan yang ada di Bangbang sudah 7 tahun belum mendapat perbaikan. “Saya sangat menyayangkan jalan di Desa Bangbang, Tembuku sampai saat ini belum diperbaiki”, ujar Anggota DPRD Bangli dari Fraksi Golkar ini.

Lebih lanjut, Kartika menyampaikan kerusakan disekitar 1,5 KM diperparah pada musim penghujan melanda, dimana aspal mengelupas kemudian batu-batu lepas berserakan hingga menyebabkan jalan berlobang.

Selain itu dia juga menyoroti rusaknya jalan di jalur Kecamatan Tembuku menuju Tohpati, yang mana cekungan- cekungan pada beberapa titik bisa menjebak pengguna jalan (pengendara) yang melakukan aktifitas. Sementara diakui terhadap infrastruktur jembatan, diakuinya kerusakan jembatan terjadi pada jembatan Desa Banbang menuju Kabupaten Karangasem.

“Disini ada jebol yang sangat parah yang bakal berdampak serius ketika tidak segera diperbaiki”, ungkap Anggota Dewan Bangli asal Desa Bangbang Tembuku ini.

Disingung terkait soal rusaknya dinding jembatan Dusun Kedui- Metra di Kecamatan Tembuku dan kerusakan dinding jembatan di Desa Jehem, Kartika juga menilai sudah membutuhkan perbaikan segera, karena pastinya menimbulkan kerawanan.

Baca Juga : DPRD Bangli Dorong Pemda Lakukan Perencanaan Penanggulangan Bencana

Disisi lain Anggota DPRD, I Kadek Manduraga menyoroti kerusakan drainase di Terminal Loka Srana, Bangli. Menurutnya pembangunannya dulu di backup penuh oleh Pemprov Bali, namun kemudian dilimpahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli. “Untuk penyelesaian tidak mudah karena dihadapkan pada keterbatasan kemampuan anggaran daerah”, tandasnya. (IGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *