Astaga! Remaja 14 Tahun Jadi Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Kaling di Jembrana

Persindonesia.com Jembrana – sebuah rekaman CCTV sempat tersebar di Whatsapp memperlihatkan seorang remaja 14 tahun berinisial POM, siswa kelas II SMP asal Kecamatan Jembrana, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum kepala lingkungan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 27 September 2025, sekitar pukul 21.00 Wita di Kecamatan Jembrana.

Saat dikonfirmasi dirumahnya, POM menuturkan, malam itu ia bersama seorang teman bermaksud menonton pertandingan bola voli di GOR Kresna Jvara. Namun, setibanya di lokasi ternyata tidak ada kegiatan. Mereka kemudian memutuskan untuk pulang.

“Sampai lokasi saat saya belok kekiri mau ketimur seitar 10 meter, saya dicegat oleh pelaku yang datang dari timur, dia langsung tanya “Gus dari mana kamu” dan saya jawab habis nonton bola voli akan tetapi tidak ada pertandingan. Tapi dia langsung nuduh saya ikut trek-trekan. Padahal saya tidak ikut,” ujarnya, Rabu (1/10)

Ketika dirinya berusaha menghindar, pelaku diduga mendorong sepeda motor hingga jatuh, lalu memukul dada korban hingga sesak dan menjambak rambutnya berulang kali. “Saya jatuh ke selokan, lalu lari minta tolong ke dalam toko busana adat disebelah barat lokasi. Dia tetap ngejar, didalam toko rambut saya dijambak dan ditarik keluar, bahkan saya diancam akan dibunuh,” ungkapnya.

Mewakili DPRD Badung Putu Dendi Astra Wijaya Hadiri Upacara Adat di Pura Desa Banjar Batulumbang, Komitmen Lestarikan Tradisi Leluhur

Saat sampai di luar toko, lanjutnya, dirinya disuruh mendorong sepeda motor yang sudah dicabut kabel paltina sehingga motor tersebut tidak bisa dihidupkan. Setelah saya ditarik keluar, dia galak dan ngamcam “Ehh kamu jangan banyak bicara ya tak bunuh kamu, dan langsung dia nyuruh saya mendorong sepeda sampai ke Gor, saat itu banyak warga yang datang.

Lebih jelasnya ia mengatakan, saat dirinya sedang mendorong sepeda motor bersama temannya, sekitar 100 meter ke utara ada warga yang menyapa ditengah perjalanan. “Ada bapak-bapak yang menyapa, saat itu juga saya minta pertolongan kepada bapak itu, bahwa saya tidak ada salah apa, dikira saya ikut trek-trekan, saat bapak-bapak itu berbicara dengan pelaku, saya langsung menghubungi nenek minta bantuan,” ungkapnya.

Sementara IG APA, nenek korban, menuturkan dirinya menerima telepon dari cucunya sekitar pukul 22.00 Wita. “Cucu saya panik minta tolong. Saya langsung menuju lokasi, dan memang ketemu pelaku. Dia tidak mengaku memukul, tapi cucu saya bilang dipukul dan dijambak.  Setelah itu pelaku menuduh cucu saya ikut trek-trekan, akan tetapi saya membantah, tidak mungkin cucu saya ikut trek-trekan yang hanya mengendarai motor Honda Supra kakeknya,” jelasnya.

Ia menambahkan, lantaran cucunya mengeluhkan rasa sakit didada, dirinya langsung membawa cucunya ke rumah sakit. “Karena keadaan cucu saya sangat mempeerihatinkan, dia nangis dan bilang sesak didada dan terasa panas usai diduga dipukul oleh pelaku, saya langsung bawa ke rumah sakit Bali Med untuk mendapatkan pemeriksaan takutnya ada luka dalam,” ucapnya.

Gubernur Koster Apresiasi Pemkab Bangli dan Jro Gede Batur Dukung Pembangunan Parkir Pura Batur

Ia juga mengaku, oknum Kaling tersebut saat ditanya tidak mengakui perbuatannya bahwa telah menganiaya cucunya. “Saat dilokasi kejadian dia tidak mengaku, sampai di rumah sakit saat ditanya juga bersikuhkuh tidak mengaku. Saat itu sebagai bahan lepaoran ke Polisi saya minta rekaman CCTV di toko baju tempat cucu saya minta pertolongan. Saat diperlihatkan rekaman CCTV, oknum kaling tersebut baru mengakui perbuatannya,” terangnya.

Sementara itu, ibu korban, berinisial IG ARMS (30), saat dihubungi via telpon menegaskan tidak menerima perlakuan yang dialami anaknya. “Kami akan lanjutkan kasus ini,” tegasnya singkat.

Kasat Reskrim Polres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Ia menyebut kasus masih dalam tahap penyelidikan. “Kasusnya masih lidik,” ujarnya singkat.

Sementara Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA-PPKB ) Jembrana Ni Kade Ari Sugianti mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah ini. “Kami akan koordinasikan untuk pendampingan korban,” pungkasnya. Red DPS

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *