Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam kegiatan apresiasi pengelolaan keuangan di Jakarta.
Persindonesia.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terus mendorong modernisasi pengelolaan keuangan negara dengan mengoptimalkan penggunaan Cash Management System (CMS). Langkah ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap arus kas kementerian.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, mengungkapkan bahwa dalam tiga tahun terakhir sistem CMS telah menjadi tulang punggung dalam pengelolaan kas di lingkungan kementerian. Menurutnya, digitalisasi transaksi keuangan memungkinkan proses berlangsung secara real time serta mengurangi potensi penyimpangan.
βPenerapan sistem ini memberikan kemudahan dalam pengawasan, baik oleh pimpinan maupun auditor, sehingga pengelolaan keuangan dapat berjalan lebih transparan dan berintegritas,β ujarnya dalam kegiatan apresiasi pengelolaan keuangan di Jakarta.
CMS sendiri merupakan sistem layanan perbankan yang memungkinkan berbagai transaksi, mulai dari pemantauan saldo, transfer antar rekening, hingga pembayaran penerimaan negara dilakukan secara daring. Implementasinya mengacu pada kebijakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui regulasi terkait pengelolaan rekening pemerintah.
Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan CMS juga diarahkan untuk mendukung sistem pembayaran non tunai di seluruh satuan kerja. Hal ini dinilai penting dalam meminimalkan risiko penyalahgunaan dana serta meningkatkan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan keuangan negara.
Dalu Agung menambahkan, capaian penggunaan CMS di ATR/BPN terus menunjukkan tren positif. Bahkan, pada tahun sebelumnya kementerian berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori penggunaan CMS untuk kelompok kementerian/lembaga dengan jumlah virtual account yang besar.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Kartika Sari, menekankan bahwa optimalisasi CMS menjadi bagian dari strategi meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ia juga menyebut sistem ini membantu mengurangi potensi temuan audit berulang dari lembaga pengawas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan ATR/BPN serta perwakilan mitra perbankan seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia. Dalam acara itu juga diberikan penghargaan kepada satuan kerja dengan kinerja terbaik dalam penggunaan CMS dan capaian PNBP.
Melalui pemanfaatan teknologi keuangan ini, ATR/BPN berharap pengelolaan kas negara semakin efisien, transparan, serta mampu memberikan kontribusi optimal bagi penerimaan negara.
Humas ATR/BPN Gianyar Bali
Sumber: Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional






