Persindonesia.com Jembrana – Sebanyak 13 orang tersambar petir di Banjar Delod Pangkung, Subak Kawis, Desa Budeng, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Sabtu (27/1/2024) sore. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka berat.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwanto Diputra, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, 13 orang petani sedang berteduh di bawah gubuk di tengah sawah saat hujan deras mengguyur.
SMSI Bali Gelar Rakernis, Bahas Program Kerja 2024
“Menurut keterangan korban, saat hujan mulai lebat, mereka terpental beberapa meter dari gubuk. Satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara, dan dua orang lainnya mengalami luka berat,” terangnya.
Agus mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi. “Kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut. Korban sudah dalam penanganan tim medis di rumah sakit,” ujarnya.
Jika Tidak Ada Itikad Baiknya DJ Nindy Ane Akan Laporkan Oknum DJ Berinisial E
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat cuaca buruk. Saat hujan lebat, sebaiknya segera mencari tempat berteduh yang aman dari sambaran petir.
Data yang diperoleh, korban yang meninggal dunia adalah Ni Wayan Suriati (59) warga Banjar Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Korban yang mengalami luka berat adalah I Ketut Wiasa (60) dan Ni Komang Ayu Sri Suprami (39), keduanya warga Banjar Anyar Atembles, Kelurahan Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Keluhkan Pajak 40 Persen, Bali SPA Bersatu Mesadu ke SMSI
Sedangkan korban yang mengalami luka ringan adalah Ni Kadek Suardani (49), Wayan Murdani (28), Ni Nyoman Toni (65), Made Sariani (51), Ketut Wati (46), Ni Luh Sutratini (50), I Ketut Nalya (57), dan Ketut Sulasih (60), semuanya warga Kecamatan Mendoyo. Dar






