Dialog Pariwisata Bali, Bupati Badung Soroti Penanganan Sampah dan Infrastruktur
BADUNG Persindonesia.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri agenda dialog pariwisata bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Jumat (13/02/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Widyatula, Politeknik Pariwisata Bali, dan dihadiri para pelaku usaha pariwisata serta pemangku kepentingan terkait.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas arah pengembangan pariwisata Bali ke depan, termasuk tantangan yang masih dihadapi pascapemulihan sektor ini. Sejumlah isu krusial mencuat dalam dialog, mulai dari kemacetan, tata kelola destinasi dan sistem tiket, hingga ketersediaan air bersih dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Turut mendampingi Wakil Presiden dalam kegiatan ini antara lain Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, serta Gubernur Bali Wayan Koster, bersama jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Bali.
Dalam keterangannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa persoalan persampahan menjadi salah satu perhatian utama dalam forum tersebut, termasuk aspirasi terkait pengelolaan dan rencana penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Suwung. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengambil langkah konkret untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, khususnya di wilayah Badung.
Menurutnya, Pemkab Badung telah mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah desa dan desa adat guna mengoptimalkan operasional TPS di masing-masing wilayah. Pendekatan pengelolaan berbasis sumber (hulu) terus diperkuat, termasuk melalui pengembangan konsep Teba Modern untuk mengurangi volume residu sampah.
Dalam APBD Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26 miliar untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis hulu. Sementara itu, dukungan dari APBD Provinsi Bali turut memperkuat total pembiayaan penanganan sampah hingga lebih dari Rp 300 miliar.
Adi Arnawa menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas lingkungan sebagai fondasi utama keberlanjutan pariwisata Bali. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat terus diperkuat guna memastikan Bali tetap menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. @*






