Puspa Negara bersama warga bersih – bersih Pantai Legian pada Jumat, 10 April 2024
BADUNG Persindonesia.com – Suasana pagi di Pantai Legian pada Jumat, 10 April 2024, tampak berbeda. Puluhan warga dan relawan terlihat memungut sampah dalam kegiatan clean beach up, sebuah aksi sederhana yang membawa pesan besar: perubahan dimulai dari kebiasaan.
Di tengah kegiatan tersebut, Wayan Puspa Negara>SP.,M.Si, menyampaikan persoalan sampah tidak cukup diselesaikan di hilir, melainkan harus dimulai dari sumbernya.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah menjadi fondasi utama dalam sistem pengelolaan modern. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi yang membatasi sampah yang masuk ke TPA Suwung hanya sampah anorganik. “Kalau masyarakat terbiasa memilah, maka sistem akan berjalan dengan sendirinya. Ini soal perilaku,” ungkapnya.
Kabupaten Badung sendiri menghadapi tantangan besar dengan produksi sampah mencapai sekitar 700 ton per hari. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Proyek tersebut direncanakan mulai dibangun pada Juni mendatang dan diharapkan mampu menyerap seluruh volume sampah harian.
Namun, menurut Puspa Negara, teknologi saja tidak cukup. Diperlukan kesiapan sistem, mulai dari armada pengangkutan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan sampah. Ia menegaskan kebersihan merupakan identitas utama destinasi wisata. Tanpa pengelolaan sampah yang baik, citra pariwisata Bali dapat terancam. “Akar dari destinasi adalah kebersihan. Kalau itu terjaga, maka pariwisata akan berkelanjutan,” katanya.
Melalui aksi di Pantai Legian ini, pesan tersebut kembali digaungkan, pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen termasuk masyarakat.
Wayan Puspa Negara juga menyoroti rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang dijadwalkan mulai groundbreaking pada Juni mendatang. Proyek ini diharapkan mampu mengolah sekitar 700 ton sampah per hari di Kabupaten Badung. “Dengan adanya PSEL, kita berharap tidak lagi berkutat dengan persoalan sampah,” katanya.
Ia menambahkan, kebersihan merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas destinasi pariwisata. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang profesional dan cerdas.
@Krg*






