PersIndonesia.Com,Bangli- Anggota DPRD Kabupaten Bangli, I Made Sudiasa menyambut positif adanya wacana pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan ke Bangli. Menurut Sudiasa pemindahan Lapas Kerobokan ke Bangli akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Yang mana masyarakat Bangli, bisa dilibatkan dalam pemenuhan kebutuhan pokok Lapas , baik itu dalam hal pangan dan hal bernilai ekonomi lainnya.
Jika pindah ke Bangli, masyarakat Bangli wajib dilibatkan dalam hal pemenuhan komoditi warga Lapas, seperti menyediakan bahan masakan. Itu akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat. Itu catatan khusus.
Baca Juga : Imbas Pemangkasan ADD, 27 Perbekel Se-Kecamatan Kintamani Gerudug DPRD Bangli
“Saya, setuju Lapas Kerobokan pindah ke Bangli, asal masyarakat Bangli mendapatkan dampak ekonomi,” ujar Sudiasa.
Diketahui sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster mengusulkan kepada Menteri Hukum RI untuk merelokasi Lapas IIA Kerobokan ke kabupaten sebagai bentuk dari usulan Kabupaten Badung. Pertimbangn pemindahan Lapas Kerobokan ke Bangli mengingat kondisi Lapas terbesar di Bali ini sudah sangat padat dan memicu persoalan sosial.
Dengan dipindahkan ke Bangli penataan wilayah akan tertata, keamanan lebih terjamin dan pelayanan publik lebih meningkat. Usulan pemindahan Lapas Kerobokan ke Bangli rupanya menimbulkan pro kontra di kalangan DPRD Bangli.
“Tentu, saya sangat menyambut positif, mendukung agar hal tersebut benar-benar terwujud, namun dengan beberapa catatan,” tegas Politisi Partai Demokrat asal Desa Undisan, Kecamatan Tembuku, Bangli ini.
Lebih lanjut kata Sudiasa, catatan lainnya untuk mendirikan bangunan sekelas Lapas butuh lahan yang luas, oleh karena itu untuk pembebasan lahan diharapkan mencari lahan yang kurang produktif. “Juga harus dipikirkan ganti untung bagi pemilik lahan dan bebas dari praktek percaloan,” ungkapnya.
Disinggung ketika Lapas Kerobokan dipindah ke Bangli, menjadi rawan kriminal, Sudiasa menilai hal tersebut tidak akan terjadi. Sebab belum ada sejarah yang mencatat dimana ada Lapas atau Rutan, lingkungan tersebut akan menjadi rawan tindak kriminal.
Baca Juga : Sertijab Kalapas Kelas II A Kerobokan, Di Hadiri Kapolres Badung.
“Belum ada sejarah dimana ada Lapas di sana tindak kriminalnya tinggi. Sama seperti sekarang di Bangli ada Lapas Narkotika, sejauh ini lingkungannya tetap aman,” katanya. (IGS)






