Persindonesia.com Jembrana — Menjelang pergantian tahun, kecelakaan maut kembali terjadi di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk. Dalam satu malam, dua kecelakaan terpisah di wilayah Kabupaten Jembrana menelan dua korban jiwa.
Kecelakaan pertama terjadi di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 22.00 Wita. Korban berinisial DP (22), asal Banyuwangi, meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK 6906 ZL yang dikendarainya terlindas truk trailer L 8540 UW yang dikemudikan SF (32), warga Surabaya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa berawal ketika korban yang datang dari arah barat menuju timur berusaha mendahului truk trailer di depannya. Saat mendahului, motor korban berserempetan dengan sepeda motor lain yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya, korban dan penumpangnya terjatuh ke kiri dan terlindas roda kanan truk trailer tersebut.
Sukseskan ‘Honda Classic Paradise’ 2025, Bupati Kembang: Kreativitas Jalan, Acara Tertib
Akibat kecelakaan ini, pengendara DP meninggal dunia di tempat dengan luka parah di kepala. Sementara penumpangnya selamat namun mengalami patah kaki dan tangan kiri.
Beberapa jam kemudian, kecelakaan kedua terjadi di Jalan Raya Hayam Wuruk, KM 92–93 Desa Dangin Tukadaya, sekitar pukul 22.55 Wita. Seorang perempuan pengendara sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi DK 5604 ZU, berinisial GAY (18), warga Desa Pohsanten, meninggal dunia setelah terlibat tabrakan beruntun.
Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan bermula saat sebuah mobil Toyota Avanza L 1724 YE berhenti di sisi kiri jalan arah timur. Ketika salah satu penumpangnya membuka pintu belakang, dari arah belakang melaju motor korban dan menabrak pintu yang sedang terbuka.
Jadi Ajang Promosi Wisata Alam, Bupati Satria Lepas Fun Run Nusa Penida
Benturan itu membuat korban terjatuh dan terseret ke jalur kanan. Naas, pada saat bersamaan, datang bus Hino N 7613 UB dari arah berlawanan yang dikemudikan WK (62), asal Malang, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka serius di bagian dada dan perut.
Kasat Lantas Polres Jembrana Iptu Aldri Setiawan membenarkan dua peristiwa maut tersebut. “Kedua kejadian itu terjadi di waktu dan lokasi berbeda, namun sama-sama melibatkan kendaraan besar. Petugas sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama pada malam hari menjelang akhir tahun ketika intensitas lalu lintas meningkat. “Cuaca mendung dan penerangan jalan yang kurang sering menjadi faktor pemicu kecelakaan. Kami terus mengingatkan pengendara agar tidak terburu-buru dan selalu menjaga jarak aman,” ujarnya. Ts






