Kepsek Klarifikasi Dugaan Asusila Guru SMPN 4 Mendoyo yang Viral di Medsos

Persindonesia.com Jembrana – Dugaan perilaku tidak pantas yang melibatkan oknum guru di SMPN 4 Mendoyo yang sempat viral di media sosial dibantah pihak sekolah. Kepala sekolah menegaskan kasus tersebut hanyalah miskomunikasi dan telah diselesaikan secara internal sebelum ramai diperbincangkan publik.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 4 Mendoyo, I Ketut Suyasa menegaskan, dugaan perilaku tidak pantas yang menyeret salah satu oknum guru di sekolahnya tidak benar. Ia menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal jauh sebelum mencuat di media sosial.

Menurut Suyasa, permasalahan yang terjadi hanyalah miskomunikasi dan telah dituntaskan pada 20 April lalu melalui pertemuan antara pihak sekolah, keluarga siswa, guru terkait, serta guru bimbingan konseling (BK).

“Tidak ada pengancaman, pemutusan akun, ataupun perbuatan senonoh seperti yang beredar. Masalah ini sudah selesai dan semua pihak sudah menerima,” ujarnya, Rabu (22/4)

Balinomics 2026 Rumuskan Strategi Ekonomi Bali di Tengah Gejolak Global

Ia menambahkan, kondisi siswa yang disebut dalam unggahan juga dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan adanya tekanan atau perubahan perilaku, baik di sekolah maupun di rumah. “Anak-anak tetap seperti biasa, tidak ada beban. Mereka juga tidak menyampaikan ke keluarga karena menganggap persoalan sudah selesai,” jelasnya.

Suyasa menduga kesalahpahaman dipicu oleh penggunaan bahasa dalam komunikasi antara guru dan siswa di luar jam sekolah. Guru yang bersangkutan diketahui merupakan pengajar Informatika sekaligus pembina kegiatan ekstrakurikuler e-sport.

Dalam interaksi tersebut, kata Suyasa, terdapat istilah-istilah seperti “ML” yang merujuk pada permainan Mobile Legends, serta ajakan “mabar” atau main bareng secara daring. “Karena dilakukan secara online dari rumah masing-masing, mungkin ada bahasa yang dianggap meleset. Padahal konteksnya bermain game bersama, bukan seperti yang ditafsirkan,” katanya.

Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan pembinaan kepada guru yang bersangkutan. Suyasa meminta agar ke depan guru menjaga batas profesional dengan siswa dan tidak terlalu akrab di luar kegiatan pembelajaran.

Sertifikasi Tanah Ubah Nasib Petani Perempuan Desa Soso, Lebih Mandiri dan Sejahtera

“Kami minta guru tidak terlalu dekat agar tidak menimbulkan salah persepsi. Interaksi sebaiknya tetap dalam koridor sebagai pendidik,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Suyasa, sekolah juga akan mengevaluasi pola pembinaan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk membatasi interaksi di luar jam sekolah, terutama pada malam hari.

Terkait penggunaan telepon genggam di sekolah, Suyasa mengakui siswa diperbolehkan membawa HP. Namun ke depan, penggunaannya akan diatur lebih ketat. “HP tetap boleh dibawa, tetapi akan kami batasi. Jika tidak digunakan dalam pembelajaran, akan dikumpulkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus yang viral di media sosial tersebut. “Kami menindaklanjuti informasi dari media sosial dan telah melakukan klarifikasi. Saat ini masih dalam tahap pendalaman, belum ada kesimpulan,” katanya.

Transformasi Sampah Jadi Energi, Gubernur Koster Teken Kerja Sama Strategis PSEL

Ia menegaskan, apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, pihak kepolisian akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami akan mengambil langkah penegakan hukum jika ditemukan unsur pidana,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi. Ia menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi dan akan terus mendalami kasus tersebut. “Kami sudah melakukan konfirmasi dan akan terus mendalami. Jika diperlukan, kami juga menyiapkan layanan konseling psikologis bagi siswa,” ujarnya.

Lebih jelasnya, Ayu mengatakan, meski dari hasil awal klarifikasi belum ditemukan indikasi mengarah pada dugaan perbuatan tidak senonoh, pihaknya tetap menunggu hasil pendalaman lebih lanjut. “Kita tunggu hasil akhirnya setelah proses pendalaman selesai,” pungkasnya. TS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *