Persindonesia.Com,Klungkung – Sehari sebelum pelaksanaan Tawur Kesanga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menggelar Upacara Mepepada, Selasa (17/3/2026). Upacara yang diadakan setahun sekali ini merupakan ritual penyucian hewan kurban (wewalungan). Prosesi upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gde Putra Gelgel dari Griya Gde Kediri Sengguan.
Hadir dalam upacara yang berlangsung di Catus Pata ini, Bupati Klungkung I Made Satria, Ketua TP-PKK Ny. Eva Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, Panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semara Putra, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, serta undangan lainnya.
Baca Juga : Lepas Peserta Mudik Gratis, Bupati Satria Tekankan Keselamatan dan Jaga Kerukunan
Adapun hewan (wawalungan) yang digunakan dalam upacara ini meliputi sapi, kerbau, kambing, anjing bangbungkem, babi, angsa, ayam, dan penyu. Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan prosesi penyucian seluruh hewan kurban.
Selanjutnya, hewan-hewan tersebut diarak mengelilingi Catus Pata Klungkung sebanyak tiga kali searah jarum jam (purwadaksina) sebagai simbol penyucian sebelum pelaksanaan kurban.
Upacara Mepepada bertujuan untuk menyucikan hewan kurban agar rohnya memperoleh peningkatan kualitas kehidupan (peningkatan spiritual) serta sebagai wujud penerapan nilai Ahimsa, yakni tidak melakukan pembunuhan tanpa melalui proses penyucian secara sakral.
Baca Juga : Jelang Pengerupukan, Pemudik Terancam Berangkat Tanpa Kendaraan dari Gilimanuk
“Melalui pelaksanaan upacara ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara alam sekala dan niskala serta keharmonisan jagat raya menjelang Hari Raya Nyepi”, ujar Bupati Satria. (*)






