Kerap Terjadi Banjir Warga Sebual Cemas, Desa Sudah Ajukan Proposal

Persindonesia.com Jembrana, Cuaca tidak menentu, belakangan ini hujan lebat sering terjadi, hal tersebut membuat warga Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya menjadi cemas dikarenaka beberapa tahun terakhir alur sungai Sebual kerap terjadi banjir ketika hujan lebat. Sabtu (17/04).

Disaat hujan tiba warga yang tinggal didekat Bendungan Sebual kerap dihantui rasa kecemasan dan waspada ketika hujan datang dan air sungai meluap, seperti halnya salah satu warga bernama I Wayan Wardana, dirinya menuturkan ketika air meluap jarak ketinggian air dengan pemukiman warga hampir sejajar.

Pengakuan Pelaku Pemukulan Perawat di Rumah Sakit Siloam

“Kalau hujan lebat dan air meluap, sair sungai masuk kerumah, ya syukur sekarang sudah ada tanggul swadaya, tapi itupun masih belum menjamin,” ucapnya.

Informasi dari warga, wilayah yang terdampak dari banjir terdapat di wilayah Tempek Stiti Kaler Banjar Sebual, disaat hujan deras air meluap hingga dua jam lebih, selain itu di Tempek Sari Purnama yang terletak disisi barat sungaj juga sering terkena dampak.

Gerak Cepat Polisi Amankan Seorang Saksi Pembunuhan di Sampang

Keluhan warga tersebut juga telah diterima oleh pihak Desa Dangintukad, dan pihak desa melalui Perebekel I Gusti Putu Murdi telah mengajukan proposal ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida untuk normalisasi alur sungai.

Pada hari Jumat (16/04) kemarin terlihat Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali, Ni Gusti Diah Werdhi Srikandi mengecek ke lokasi alur sungai tersebut “Sesuai aspirasi, ada usulan ke Balai untuk normalisasi karena sering banjir. Kita tinjau di lokasi untuk ditindaklanjuti, ” kata Diah Srikandi.

Timbunan Sampah vs Bantuan Dana, Kisah Kelam Kekinian Desa Tamanan

Selain pengaduan dari warga Banjar Sebual, juga ada pengaduan dari warga Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo terkait pedangkalan sungai, dari desa juga mengharapkan adanya normalisasi sungai

Terkait sungai merupakan kewenangan ada di pusat, jika permintaan pengerukan harus ada ijin, “Nanti juga kita sampaikan, tadi kita cek memang kondisinya dangkal dan perlu dikeruk agar tidak menimbulkan banjir atau erosi tebing sungai,” imbuhnya.

Wagub Bali Restui Program Ketahanan Pangan Besutan PPM

Kondisi geografis di Kabupaten Jembrana, ucap Diah Srikandi, memang banyak adanya alur sungai, jadi untuk perbaikan tersebut itu kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *