PersIndonesia.Com,Bangli- Sempat lama menjalanai dua (2) kali mendapat perawatan instensif pada RSUD Bangli dan RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah) Denpasar, Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di Desa Sribatu, Kecamatan Susut Bangli dinyatakan dalam kondisi sehat. Dan saat ini berada di Yayasan Metta Mama Maggha dalam pengawasan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bali.
“Untuk kondisi bayi hingga saat ini sehat dengan bobot mencapai 3 Kg lebih. Dan saat ini tengah berada di Yayasan Metta Mama Maggha yang berlokasi di Denpasar”, ujarKabid Sosial Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Bangli, Sang Ayu Suarning, Selasa (3/6/2025).
Baca Juga : Mimih! Bayi Baru Lahir Ditemukan Warga Tergeletak di Depan Kuburan Sribatu Susut
Menurut Sang Ayu Suarning, untuk proses penempatan bayi di Yayasan tersebut sejak tanggal 26 Mei 2025. Ia menjelaskan awalnya karena kondisi bayi belum stabil, pihak RSUD Bangli merujuk ke RSUP Sanglah dan mendapatkan perawatan selama seminggu terhitung dari 19 Mei hingga 26 Mei 2025. Kemudian setelah dinyatakan sehat oleh pihak RSUP Sanglah, kami kembali mengambil bayi tersebut dan untuk selanjutnya diserahkan ke Dinsos Bali.
Dalam proses ini kami juga berkordinasi dengan Polres Bangli guna melengkapi berkas berita acara serah terima. Nah kemudian dari Dinas Sosial Bali menyerahkan ke Yayasan Metta Mama Maggha Denpaaar untuk merawat. “Sesuai SOP, kewenangan kami sampai menyerahkan ke Dinsos Bali”, jelas Kabid Sosial Rehabilitasi PPPA Bangli.
Ia menyampaikan untuk peminat adopsi saat masih perawatan cukup banyak. Saat itu peminat datang langsung maupun via telpon ada 5 orang tidak hanya dari Kabupaten Bangli bahkan dari Kabupaten lain. Karena kondisi bayi belum stabil dan pihak Medis belum menyatakan sehat maka kami sarankan para peminat adopsi menunggu kondisi bayi agar sehat.
Dan untuk proses adopsi, nantinya akan ada beberapa prosedur serta syarat yang meski terpenuhi. Dalam hal ini kewenangan ada di Tim Pertimbangan Izin Pengangkatan Anak (Tim PIPA). “Untuk syaratnya sendiri ada 27 point. Disini kami dari pihak Dinsos Bangli hanya menjembati (sebagai fasilitator) untuk keputusannya tetap di Provinsi”, ungkapnya.
Baca Juga : Kondisi Bayi Terlantar Stabil Pasca Dirawat Intensif di RSUD Bangli, Banyak Permintaan Adopsi
Sementara sebelumnya, Kasubag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSU Bangli Sang Kompyang Arie Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (2/6/25) mengatakan berdasarkan koordinasi dengan pihak RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk kondisi bayi sehat. Dan telah diserahkan ke Dinas Sosial. “Kabar kami terima kondisi bayi sudah sehat, untuk penanganan saat ini ada di pihak Dinas Sosial”, pungkasnya. (IGS)






