Persindonesia.com Jembrana — Pengiriman sampah pemudik dari Gilimanuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh sempat ditangguhkan akibat kondisi TPA yang mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan belum tertata optimal. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan alat berat yang beroperasi di lokasi.
Saat ini, TPA Peh hanya mengandalkan satu unit alat berat jenis ekskavator untuk pengolahan sampah. Sementara itu, empat unit alat berat milik TPA dilaporkan dalam kondisi rusak, sehingga tidak dapat difungsikan.
Kepala UPTD TPA Peh, Putu Ardana, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasional pengolahan sampah terhambat karena keterbatasan alat berat.
Seorang Warga Terseret Kereta Barang di Surabaya, Alami Patah Kaki
“TPA Peh memang sempat overload karena hanya mengandalkan satu alat berat. Empat alat berat milik kami semuanya rusak, sehingga kami terpaksa menyewa satu unit dari pihak swasta,” ujarnya, Rabu (25/3)
Ia menambahkan, meskipun sampah masih dapat masuk ke TPA, proses pemilahan dan penataan tidak dapat dilakukan secara maksimal. “Alat berat yang ada terus beroperasi, tetapi karena hanya satu unit, kami tidak bisa melakukan pemilahan sampah secara optimal,” katanya.
Terkait perbaikan alat berat yang rusak, pihaknya telah berkoordinasi dengan bengkel. Namun, proses perbaikan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena terkendala libur cuti bersama Lebaran 2026.
Puncak Arus Balik 2026: Polri Siagakan Layanan 110 Selama 24 Jam untuk Kondisi Darurat
“Informasinya, teknisi baru bisa datang besok setelah libur. Mudah-mudahan perbaikan segera dilakukan,” imbuhnya.
Sementara itu, sampah kiriman dari Gilimanuk dilaporkan sudah mulai masuk ke TPA Peh sejak tiga hari terakhir. Tercatat, dua unit truk pengangkut telah mengirimkan sekitar 9 ton sampah pemudik ke lokasi tersebut. “Sampah dari Gilimanuk sudah masuk ke TPA Peh, ya kendala alat berat rusak sehingga sampah masih terurai, sampaih Gilimanuk dari kemarin sudah masuk,” jelasnya.
Di sisi lain, kata Ardana, sampah harian dari wilayah lain tetap terus masuk ke TPA Peh, meskipun kapasitas pengolahan terbatas.
Heboh, Mayat Tanpa Identitas Terdampar Di Pantai Kepala Dua
Ia juga menegaskan pihaknya berkomitmen untuk segera memperbaiki seluruh alat berat yang rusak guna mengembalikan optimalisasi pengelolaan sampah.
“Sebelumnya kami sempat merencanakan pengadaan alat berat baru. Namun rencana tersebut batal karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kerusakan alat berat terjadi secara bertahap hingga akhirnya seluruh unit tidak dapat digunakan.
K9 Siaga di Gilimanuk, Anjing Pelacak Perketat Pengamanan Arus Balik Lebaran
“Kondisi ini terjadi karena kerusakan bertahap. Sebelumnya semua alat berat masih berfungsi, namun kini semuanya mengalami kerusakan,” pungkasnya. Ts






