Bangli,PersIndonesia.Com- Dampak cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang serta kilatan petir yang hingga saat ini melanda kembali menimbulkan bencana berupa tanah longsor di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli.
Berdasarkan informasi yang terhimpun dilapangan bencana longsor terjadi di 3 Desa di Kecamatan Kintamani yakni Desa Sukawana, Desa Dausa dan Desa Satra. Peristiwa longsor menerjang rumah warga dan menutupi beberapa akses jalan.
Baca Juga : Nihil Korban Jiwa, Kerugian Akibat Rumah Warga di Kintamani Terbakar Capai 100 Juta
Saat dikonfirmasi Senin (3/2/25) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD-Damkar Bangli, I Wayan Wardana menyampaikan untuk tanah longsor yang menerjang rumah warga terjadi di Banjar Kubusalya, Desa Sukawana. Longsor menerjang rumah milik warga bernama I Putu Ariani (26) terjadi sekitar pukul 22.00 Wita yang mengakibatkan tembok kamar tidurnya rusak.
Kebetulan sebelum kejadian longsor semua keluarga yang bejumlah 4 orang telah mengungsi ke rumah kerabatnya, mengingat belakangan ini hujan lebat melanda. Mereka khawatir jika tebing yang ada di atas rumah longsor. Sehingga saat kejadian tidak ada korban jiwa.
“Untuk estimasi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 70 juta.Untuk penanganan telah dilaksanakan secara gotong-royong. Dan kami juga sudah memberikan bantuan paket sembako, kebersihan keluarga, tikar, selimut dan peralatan memasak kepada yang bersangkutan,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya longsor juga terjadi di ruas jalan Kubusalya menuju Kutuh. Ruas jalan tertutup longsoran, hanya bisa dilalui sementara oleh sepeda motor. Tindak lanjutnya, kami bersama Tim Dinas PU Bangli dan Kecamatan Kintamani telah melakukan assessment. Dimana oleh Tim PU akan dilakukan dengan tenaga manual (tenaga lapang), mengingat alat berat sulit unuk menuju ke lokasi kejadian.
Baca Juga : Pria di Pecatu Ditemukan Gantung Diri, SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Korban
Hal serupa juga terjadi di Desa Dausa, Kintamani, perisiwa tanah longsor menutupi ruas Jalan Bangli-Singaraja, sehingga akses transportasi sempat tertanggu. Upaya penanganan telah dilakukan dengan alat berat dari Dinas PU Provinsi Bali. Kemudian di Desa Satra, Kintamani terjadi DPT rumah longsor dan material longsoran menerjang ruas Jalan Sanda-Satra yang berakibat akses jalan tertutup. Akses jalan yang biasanya bisa dilalui oleh kendaraan R4, sementara hanya bisa dilalui oleh R2.
“Untuk tindak lanjut kami telah berkoordinasi dengan dinas PU Kabupaten untuk melakukan pembersihan dengan alat berat loader”, ujar Wardana didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD – Damkar Bangli, I Ketut Agus Sutapa.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrim yang melanda saat ini, dengan kondisi intesitas curah hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir.
Yang mana kondisi tersebut menimbulkan bencana tanah longsor, banjir dan sambaran/kilatan petir. “Untuk itu perlu kiranya dalam beraktifitas tetap waspada dan perhatikan lingkungan sekitar kita”, tandasnya. (IGS)






