Masyarakat Keluar Masuk di Gilimanuk Capai 1.900 Orang, Kebanyakan Yang Keluar dari Bali

 

Persindonesia.com Jembrana – Situasi arus balik setelah selesainya Ops Ketupat Agung 2021 di Pelabuhan Gilimanuk mengalami peningkatan yang signifikan, akan tetapi masyarakat yang akan menuju Pulau Jawa lebih banyak lagi dari pada yang datang dari Pulau Jawa.

Danrem 045/Gaya Meninjau Pelaksanaan Vaksinasi Untuk Purnawirawan

Menurut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK, mulai tadi malam sudah ada peningkatan, ketika jam 00.00 WITA, setelah pelarangan mudik ditutup dan dilakukan pengetatan. Terpantau dari data yang ada, sudah mulai arus orang yang datang ke Bali atau arus balik dari pulau Jawa.

“Data hari ini Selasa (18/05) yang masuk dan keluar hampir mencapai 1.900 orang. Sementara hasil rapat tadi malam koordinasi dengan ASDP Ketapang yang diterima oleh pihak keamanan dari TNI dan Polri. Yang pada intinya untuk saling mengingatkan, saling memperketat di masing-masing pelabuhan,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, lanjut Gede Adi, pada saat pengetatan ini wajib membawa bukti Rapid antigen atau genose negatif. Tidak lagi harus membawa surat keterangan seperti yang lama.

“Baik yang ke Jawa maupun ke Bali wajib melakukan seperti ketentuan yang berlaku, tidak lagi harus membawa surat keterangan baik dari desa/kelurahan,” terangnya.

Kapolda Bali Pantau Langsung Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk

Lebih jelasnya Gede Adi mengatakan, terkait kondisi yang di Ketapang hasil koordinasi sudah ada tempat untuk pemeriksaan genose yang disediakan.

“Hasil pantauan justru banyak yang mau menyeberang ke pulau Jawa. Jika terpantau ada yang lolos di Ketapang, maka akan dilakukan pemeriksaan di Gilimanuk. Dengan inti untuk saling memperketat di wilayah tugas,” jelasnya

Gede Adi menambahkan, untuk pemeriksaan baik di Gilimanuk, Cekik serta di Ketapang bagi masyarakat telah disediakan. Sehingga tidak perlu harus mengantri. Pengetatan ini berlaku hingga 24/05 untuk kewaspadaan protokol kesehatan. Bagi masyakarat yang dari Denpasar cukup membawa surat bukti antigen negatif.

“Hari ini kami juga melounching layanan Drive Thru Rapid Test Antigen bertujuan untuk merandom masyarakat yang masuk ke Bali, setelah kita cek surat kesehatan rapid antigen negatif, kita akan memastikan lagi dengan mengulang rapid test yang bersangkutan,” tutup Gede Adi. (sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *