Ngaku Petugas Dinsos, Pria Asal Buleleng Diduga Tipu Warga Jembrana Modus Bantuan Rp125 Juta

Persindonesia.com Jembrana – Diduga melakukan aksi penipuan menysasar warga kurang mampu dengan modus menawarkan bantuan sosial senilai Rp125 juta, seorang pria yang mengaku sebagai petugas Dinas Sosial diamankan aparat kepolisian

Terduga pelaku diamankan pada Senin (29/6/2026) setelah aksinya terungkap di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Peristiwa tersebut pertama kali mencuat setelah dibagikan oleh seorang calon korban, Muhammad Imam S., melalui media sosial.

Imam menuturkan, pria yang diketahui berasal dari Kabupaten Buleleng itu awalnya datang ke lokasi untuk menanyakan keberadaan sebidang tanah. Setelah berbincang, pelaku kemudian mengaku sedang melakukan survei dari Dinas Sosial terkait program bantuan bagi masyarakat kurang mampu.

Pelaku menjanjikan bantuan sebesar Rp125 juta yang disebut berasal dari program Presiden Prabowo. Untuk memperlancar proses pencairan bantuan, pelaku meminta uang registrasi sebesar Rp375 ribu dengan alasan digunakan untuk membeli materai dan map berstempel Dinas Sosial.

TTL Resmi Terapkan Berthing Window di TPK Berlian Mulai 1 Juli 2026, Waktu Tunggu Kapal Dipangkas

“Dia meminta uang registrasi saat itu juga dengan alasan untuk membeli materai dan map yang sudah berstempel Dinas Sosial,” ujarnya.

Merasa ada yang janggal, Imam tidak langsung memenuhi permintaan tersebut. Ia kemudian meminta istrinya melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Pulukan sekaligus menghubungi Bhabinkamtibmas setempat.

Tak lama berselang, aparat desa bersama Bhabinkamtibmas datang ke lokasi dan langsung mengamankan terduga pelaku. Selanjutnya, pelaku dibawa menggunakan kendaraan dinas Polsek Pekutatan untuk menjalani pemeriksaan.

Imam mengapresiasi kesigapan pemerintah desa dan pihak kepolisian yang bergerak cepat sehingga diduga berhasil mencegah munculnya korban lain.

Edarkan Narkotika Lewat Medsos, Dua Pengedar Dibekuk Polres Jembrana

Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Jembrana. Polisi menduga aksi serupa tidak hanya terjadi di Kecamatan Pekutatan, tetapi juga di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Jembrana.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati membenarkan terduga pelaku telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan.

“Benar, terduga pelaku sudah diamankan. Kami masih melakukan pendalaman kasus ini. Nanti akan kami ekspos lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana mengatakan penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lain.

Diduga Alami Serangan Jantung, WNA Denmark Hembuskan Nafas Terakhir di Nusa Penida

Menurutnya, informasi sementara menyebutkan terdapat sejumlah warga di wilayah Kecamatan Melaya yang diduga telah menjadi korban dengan kerugian mencapai sekitar Rp500 ribu per orang.

“Informasinya memang ada sejumlah korban, namun kami masih menunggu laporan dari masyarakat untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. Ts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *