Bangli,PersIndonesia.Com- Sebamyak 99 orang Warga Binaan Pemasyarkatan (WBP) dan 7 orang Petugas yang bertugas sebagai KPPS di Rumah Tahanan Negara (Rutan) IIB Bangli menggunakan hak pilihnya dengan melakukan pencoblosan dalam Pilkada tahun 2024 bertempat di TPS 901 Rutan Bangli, pada hari Rabu, (27/11/24).
Berdasarkan informasi yang terhimpun dilapangan menyebutkan dari 120 orang DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang terdaftar hanya 99 orang WBP dan 7 orang petugas KPPS menggunakan hak pilihnya, sedangkan 14 orang lainnya tidak hadir dikarenakan 1 orang merupakan masyarakat umum, 5 orang WBP telah Pindah dan 8 lainnya telah bebas.
Baca Juga : Bang Ipat Menang di Rutan Negara
Dari hasil yang didapat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sebanyak 106 suara, Pasangan Calon 1 (Muliawan-Pas) berhasil unggul dengan perolehan 62 suara dari pasangan Calon 2 (Koster-Giri) yang hanya mendapat 42 suara dan terdapat 2 surat suara yang tidak sah.
Sedangkan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangli, Pasangan Calon No 2 (Sedana Arta-Diar) berhasil unggul dengan 25 suara, sedangkan pasangan calon 1 (Paket Santuy) tidak mendapatkan suara dan pasangan Calon 3 (Giri-Subrata) dengan 15 suara dan 1 surat suara yang tidak sah.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Rutan Bangli, Dedi Nugroho mengatakan dari pemantuan yang dilakukannya bersama Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Basan Baran dan Keamanan Kantor Wilayah Bali pelaksanaan pemungutan suara berlangsung relatif cepat, karena pemilih yang jumlahnya sedikit dibanding Pemilu sebelumnya sehingga kegiatan pemilihan kali ini dapat diselesaikan dengan cepat dan aman.
“Selain itu surat suara yang ada hanya ada 2 lembar, yakni untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali serta Bupati dan Wakil Bupati Bangli”, ujarnya.
Baca Juga : Jelang Pencoblosan, KPU Bangli Musnahkan Ribuan Surat Suara Tak Layak
Ia berharap dengan telah terlaksananya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dengan aman dan lancar, khususnya di Rutan Bangli tentunya apa yang menjadi harapan bersama telah terwujud.
“Dengan terfasilitasinya hak pilih dan suara WBP dalam Pilkada diharapkan menjadi moment suksesnya pesta Demokrasi di Indonesia”, tandasnya. (IGS)






