Pemkab Badung Kembali Beri Bantuan Hari Raya Galungan

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, secara simbolis menyerahkan bantuan hari raya di Desa Carangsari

 

Badung (Persindo) 10 November 2025 – Dalam semangat menjaga kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Badung kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) Hari Raya Galungan dan Kuningan berupa uang tunai sebesar Rp2 juta per Kepala Keluarga (KK) kepada warga beragama Hindu dengan penghasilan maksimal Rp5 juta per bulan.

Penyaluran tahap kedua ini dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, dan dilaksanakan secara simbolis di dua lokasi: Lapangan Monumen Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, serta Wantilan Obyek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal.

Sebanyak 83.768 KK penerima manfaat dari enam kecamatan di Badung menerima bantuan tersebut, dengan rincian: Petang 7.998 KK, Abiansemal 22.542 KK, Mengwi 24.429 KK, Kuta Utara 9.039 KK, Kuta 5.275 KK, dan Kuta Selatan 14.485 KK.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kebijakan bantuan ini bukan semata bentuk santunan, melainkan stimulus ekonomi daerah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan dampak inflasi menjelang hari raya keagamaan.  “Pemerintah harus hadir tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi dalam aksi nyata. Bantuan ini adalah langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal,” ujar Adi Arnawa.

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan implementasi dari program strategis Sapta Kriya AdiCipta, khususnya Kriya Jagadhita, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan sosial dan pemerataan hasil pembangunan.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan material dan spiritual warga negara agar dapat hidup layak dan berdaya.  “Tradisi Galungan bukan hanya soal perayaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong. Kami ingin memastikan seluruh krama Badung dapat merayakan hari suci ini dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tambahnya.

Bupati Adi Arnawa juga memastikan, pola bantuan sosial serupa akan diterapkan pada hari raya besar agama lainnya  Idul Fitri, Natal, Waisak, dan Imlek sebagai wujud semangat Kriya Ekasraya, yang menumbuhkan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, AA Ngurah Raka Sukaeling, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar sering kali berdampak pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Oleh karena itu, pemerintah wajib hadir melalui program perlindungan sosial.  “Bantuan ini bukan hanya soal angka, tetapi soal kepedulian. Pemerintah hadir memastikan setiap warga dapat merayakan hari suci tanpa beban ekonomi,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Badung, unsur Forkopimda, Kepala OPD, camat, perbekel, serta ribuan warga penerima manfaat. Seluruh proses pencairan dilakukan melalui Bank BPD Bali, menjamin prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Langkah nyata Pemkab Badung ini menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi napas utama pembangunan di Gumi Keris. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Badung terus menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan sosial dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.  @tim*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *