Persindonesia.com Jembrana – Penumpang KMP Wicitra Dharma 3 digegerkan dengan adanya salah satu penumpang yang meninggal dunia di dalam kapal saat kapal berangkat menuju Pelabuhan Ketapang dari Gilimanuk pada Selasa (10/2) sekira pukul 03.20 Wita.
Saat dikonfirmasi, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kapal terpaksa meminta izin untuk kembali bersandar ke Pelabuhan Gilimanuk akibat kondisi darurat medis yang dialami salah satu penumpang.
“Kapal meminta izin untuk balik sandar ke Pelabuhan Gilimanuk karena adanya kondisi emergensi medis. Sebelumnya kapal berangkat dari Dermaga MB 3 Pelabuhan Gilimanuk dengan tujuan Pelabuhan Ketapang,” ujarnya.
Reses di Desa Tohpati, Nyoman Suwirta Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat Hingga STT
Ia menjelaskan, sekitar 30 menit setelah keberangkatan, seorang penumpang bernama Sugeng Riadi (39) melaporkan kepada anak buah kapal (ABK) bahwa rekannya, Deka Arisandi (39), tiba-tiba lemas dan tergeletak di lantai ruang penumpang di sisi lambung kiri kapal.
“Petugas darat KMP Wicitra Dharma 3 menginformasikan kejadian tersebut kepada kami sekira pukul 03.20 Wita. Kapal pun meminta izin untuk kembali bersandar di Dermaga MB 3 Pelabuhan Gilimanuk,” ucapnya.
Sekitar pukul 03.40 Wita, lanjut Yuli, kapal berhasil sandar. “Kami bersama petugas kesehatan pelabuhan, Syahbandar, serta anggota Polsek KP3 Gilimanuk naik ke atas kapal untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban,” jelasnya.
Gegara Sopir Mengantuk, Mobil Toyata Rush Terjun ke Jurang di Kintamani
Lebih jelasnya Yuli mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), korban diketahui sudah tidak bernapas dan tidak ditemukan denyut nadi. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Gilimanuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Hasil pemeriksaan dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia,” pungkasnya. TS






