Gegara Sopir Mengantuk, Mobil Toyata Rush Terjun ke Jurang di Kintamani

Persindonesia.Com,Bangli – Sebuah Mobil berjenis Toyota Rush wardengan Nomer Polisi DK 1721 FCK masuk ke dalam jurang sedalam 10 Meter di Jalan Raya Catur Jurusan Kintamani-Petang, kawasan perkebunan tepatnya di Banjar Tiblun, Desa Blantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada hari Senin (09/2/2026) pukul 06.00 Wita.

Akibat peristiwa tersebut bagian kaca depan dan bagian bemper depan ringsek. Sementara pengemudi mobil mengalami luka-luka dan telah dibawa ke RSUD Kapal Badung, guna mendapat perawatan Medis.

Baca Juga : 4 Pemancing Asal Nyanggelan Kelod Tersambar Petir di Danau Batur, 1 Orang Meniggal 

Informasi yang terhimpun, peristiwa lakalantas tersebut berawal berawal dari Mobil Toyota Rush yang dikemudikan oleh I Made Sujendra (52) asal Mengwi, Badung sekitar pukul 06.00 Wita melaju dari arah Selatan menuju ke Utara.

Kemudian setibanya di kawasan perkebunan Desa Blantih, Kintamani (TKP) tiba-tiba laju kendaraan tidak bisa dikuasai oleh pengemudi hingga akhirnya masuk ke dalam jurang. Guna penanganan lebih lanjut peristiwa dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa lakalantas tersebut. “Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi, peristiwa terjadi akibat sopir mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi”, terangnya.

Kata Kapolsek, untuk kondisi jalan saat itu arus lalu lintas sepi dengan permukaan jalan kering dan pandangan terhalang kabut. Mobil masuk ke jurang dengan ke dalaman 10 meter. Dalam peristiwa tersebut Sopir berhasil dievakuasi petugas dan segera dilarikan ke RSUD Kapal akibat luka-luka yang dialami.

“Sementara akibat peristiwa tersebut pemilik kendaraan mengalami kerugian materiil sebesar Rp 5 juta”, ujar Kompol Puja Rimbawa.

Baca Juga : Diduga Akibat Rem Blong, Mobil Berpenumpang WNA Masuk Jurang Sedalam 15 Meter

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi badan saat berkendara dan juga kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan (aktivitas). Hal ini sebagai pengingat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *