Presiden Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Gilimanuk Jadi Salah Satu Lokasi Awal

Persindonesia.com Jembrana – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang ditandai dengan launching dan groundbreaking proyek PLTS Site Gilimanuk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, serta sejumlah pejabat terkait.

Proyek PLTS Site Gilimanuk dirancang untuk mendukung pengurangan penggunaan pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) dalam sistem kelistrikan Bali melalui integrasi PLTS dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

PLTS Gilimanuk nantinya akan terhubung dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Negara-Gilimanuk. Proyek tersebut menggunakan skema pengembangan Independent Power Producer (IPP), dengan mekanisme pembelian tenaga listrik PLTS melalui energy payment dan BESS melalui capacity payment. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2028.

Polda Babel Ringkus Pengedar Narkotika Di Pangkalpinang, 1,2 Kilogram Sabu Disita Dari 2 TKP

PLTS Site Gilimanuk memiliki kapasitas 300 megawatt peak (MWp) dengan nilai investasi mencapai Rp9,157 triliun. Proyek tersebut dilengkapi BESS berkapasitas 1.000 megawatt hour (MWh), dengan potensi produksi energi sekitar 470 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Pembangunan PLTS Gilimanuk membutuhkan lahan sekitar 321 hektare. Pengoperasian pembangkit ini diproyeksikan mampu menghemat penggunaan BBM hingga 151 ribu kiloliter per tahun.

Program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan swasembada energi, sekaligus mendukung hilirisasi. Secara nasional, program PLTS 100 GWp diawali dengan pengembangan 14 proyek yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Ke-14 proyek tersebut meliputi PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Lahan Bank Tanah 69 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, PLTS Rengit 0,078 MWp, PLTS Tembesi 46 MWp, PLTS Gajah Mungkur 134,2 MWp, PLTS Saguling 92 MWp, PLTS Karangkates 133 MWp, PLTS Banyuwangi 130,2 MWp, serta PLTS Pasuruan 132 MWp.

Disambut Meriah di Jembrana, Istana Puji Antusiasme Warga: Luar Biasa!

Secara keseluruhan, program tersebut memiliki total kapasitas sekitar 5,2 GWp pada tahap awal. Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1.140 triliun, dengan potensi penghematan BBM sebesar Rp73,9 triliun per tahun.

Selain penghematan energi, program ini diproyeksikan membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja. Potensinya mencapai sekitar 3.465.000 tenaga kerja konstruksi dan 2.053.000 tenaga kerja manufaktur.

Dalam peluncuran program tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 GWp,” kata Prabowo.

Adu Jangkrik di Bayung Gede, Remaja Asal Belancan Tewas Usai Bentur Beton Pembatas Jalan

Program tersebut, lanjut Prabowo, diawali dengan pembangunan 14 PLTS yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

“Ini merupakan program untuk mewujudkan kemandirian energi Indonesia. PLTS 100 GWp ini ditargetkan dapat tercapai dalam waktu tiga tahun, bahkan dapat lebih cepat,” ujarnya.

Pemerintah berharap pengembangan pembangkit energi surya tersebut dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil. (*)