Persindonesia.com Jembrana – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026 di wilayah Kodim 1617/Jembrana resmi ditutup dengan capaian gemilang. Upacara penutupan yang mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” dipimpin langsung oleh Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., di Lapangan Umum Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Rabu (11/3).
Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan gong. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, untuk melakukan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian jalan rabat beton hasil pembangunan TMMD.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan kunci rumah dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu, serta peninjauan stan UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif desa.
TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 di Desa Getaskerep Resmi Ditutup
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Irdam IX/Udayana Brigjen TNI Subagyo, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, jajaran Kodam IX/Udayana, unsur camat, serta tokoh masyarakat setempat.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Wabup Ipat), yang hadir mewakili Bupati Jembrana, menyampaikan apresiasi atas dedikasi TNI dalam membangun infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program TMMD ini sangat luar biasa karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Pembangunan jalan ini tentu akan membuka akses yang lebih mudah bagi warga, terutama petani dan pelaku usaha kecil, dalam mendistribusikan hasil produksi mereka ke pasar,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek di Desa Penyaringan.
Hadapi Lonjakan Pemudik, Buffer Zone Pelabuhan Gilimanuk Siap 99 Persen
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-127 yang juga Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf. Sy. Gafur Thalib, melaporkan bahwa seluruh sasaran pokok maupun tambahan telah rampung 100 persen.
Adapun sasaran fisik yang telah diselesaikan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang kurang lebih 1.300 meter, pembangunan senderan atau dinding penahan tanah, serta dua unit plat deker. Selain itu juga dilaksanakan program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sumur bor untuk akses air bersih, serta rehabilitasi pos kamling, MCK, dan tempat ibadah.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan serta sosialisasi kesehatan bagi masyarakat setempat.
GOW Badung Dorong Kreativitas Perempuan Lewat Pelatihan Fruit Carving di Dalung
Sementara Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra mengatakan, program TMMD merupakan wujud nyata percepatan pembangunan desa melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Selama kurang lebih 30 hari pelaksanaan, seluruh kegiatan berjalan dengan baik, lancar, dan seluruh sasaran berhasil diselesaikan hingga 100 persen. Ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga desa,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan TMMD Ke-127 ini melibatkan sekitar 90 personel TNI, serta partisipasi aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Desa Penyaringan.
Pemkab Badung Gelar Pasar Murah di Sading, Upaya Kendalikan Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri
“Output dari TMMD Ke-127 ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi ekonomi pedesaan. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan partisipasi aktif masyarakat Jembrana menjadi kunci suksesnya kegiatan ini,” pungkasnya. Ts






